Menampilkan entri yang lain dengan label Sedarah. Tampilkan entri lawas
Menampilkan entri yang lain dengan label Sedarah. Tampilkan entri lawas

Sabtu, 28 Februari 2009

Sepupuku Rani dan Nia - 3



Kubiarkan bekapan itu beberapa menit di wajah mereka untuk memastikan mereka pingsan…,setelah itu kulepas bekapan itu dan mulai mengelitik - ngelitik telapak kaki mereka. Setelah Aku memastikan Tante Mirna dan Ka Nuri sudah tak sadarkan diri ,Aku mengangkat dan memindahkan tubuh Ka Nuri yang sudah lelap ke lantai kamar , Ka Nuri orangnya cantik wajahnya hampir serupa dengan Rani , tapi dia orangnya sangat ramah dan baik kepadaKu , jadi Aku tak sampai hati macam - macam dengan dia , Setelah Ka Nuri berada di lantai kunyalakan lampu kamar , dan Aku naik lagi ke tempat tidur ,kupandangi sejenak tubuh TanteKu wanita yang usianya jauh lebuh tua dari Aku, yang telah mengenal seks jauh lebih dulu sebelum Aku , tapi dengan ketekunannya menjaga tubuh menjadikan seluruh lekuk tubuhnya tetap indah dan menjanjikan kenikmatan bagi setiap laki- laki

MenurutKu inilah satu -satunya sisi keberuntungan hidup om Iwan".karena Tante Mirna di rumah ini lebih berkuasa dibanding suaminya ,orangnya selalu ingin menguasai, dia pintar dan juga angkuh mungkin karena dia memiliki keindahan tubuh yang menjadi senjata mematikan , sering kali kulihat banyak lelaki baik tua atau yang masih muda di luar sana memandang Tante Mirna dengan penuh nafsu birahi , kalau sudah begitu raut wajah tante Mirna menunjukan raut kemenangan , karena berarti mereka telah masuk ke dalam jebakan dan menyerahkan imajinasi mereka untuk dikuasai dan dikendalikan oleh Tante Mirna tinggal selanjutnya Tante Mirna memperbudak para lelaki yang mendambakan tubuh Tante Mirna untuk memberikan dan melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa harus mengabulkan apa sangat didambakan para lelaki tersebut yaitu keinginan menyentuh tubuh Tante Mirna yang indah di alam nyata dan bukan hanya di alam mimpi ,disitulah letak kehebatan Tante Mirna semua persoalannya dalam bisnis maupun kehidupan pribadinya mampu dia selesaikan sesuai dengan keinginannya ,paling tidak itulah yang dia ajarkan kepada semua anak perempuanya, dan Om Iwan adalah salah satu korban perbudakan Tante Mirna,…

Terhadap Aku tante Mirna selalu memandang sebelah mata apalagi setelah kejadian tersebut ,Tidak pernah Aku berharap bahwa suatu hari Aku dapat menikmati tubuhnya,…jangankan berharap , membayangkannya saja Aku tidak berani… .Dan saat ini Tante Mirna sedang berada satu ranjang denganKu….Aku bisa menikmati tubuh yang bagi kebanyakan lelaki hanya ada dalam khayalan mereka … "Nah sekarang Tante Mirna tinggal Eki dan Tante yang ada diatas tempat tidur Tante yang besar ini…..Eki bisa bebas ngerjain apa saja yang Eki pengen terhadap tubuh Tante sebagai balasan atas keangkuhan Tante .., malam ini tante akan kena batunya",Heh… coba Eki liat kaki tante yang putih mulus yang sempet Eki liat tadi sore …pake ditutup segala" sambil menarik daster Tante Mirna ke atas sampai terlihat sebatas perut…. "Astaga Tante.." Aku sangat terkejut kaki Tante Mirna kencang sekali di pahanya tak nampak kerut ataupun tumpukan lemak , bahkan perutnya rata sekali padahal 6 anak telah dia keluarkan dari perut ini , …."busyet Tante Mirna ini pasti karena Tante rajin olahraga dan minum jamu - jamuan setiap pagi" ….kataKu terkagum - kagum ,"Vaginanya tertutup celana dalam warna hitam "Eki ciumin kaki Tante Mir..yah.."

Aku bergeser ke bawah mulai dari telapak kaki , aku terkejut harum kulitnya sama dengan Nia gempal dan montoknya juga sama …kugerayangi sepasang betisnya kuraba, kujilati…naik terus ke lutut…"cupp..sruupp ..sruppp" lalu ke paha ..merinding Aku menyentuh kulit pahanya putih bersih dan "haaaluuuuuss sekaliiiii" belum pernah ada wanita sehalus ini..bahkan anak - anaknyapun tidak dapat menandingi .."kulit Tante Mir…pake apa sih..Tante Mir.."lama Aku dipahanya ,..saat mataku naik ke arah vaginanya terbelalak mataKu .." busyeeet diganjel nih Tante ..tebel amaaaaat..ga mungkin tante lagi ga men’s kan ..Eki tau ko jadwal men’s Tante dan semua anak - anak Tante.." Aku gerakan tubuhKu sejajar dengan tubuh Tante Mirna dengan posisi memeluk Tante Mirna Aku raih resleting daster Tante Mirna yang berada di punggung "Sreeet" dengan cepat kuturunkan dan kutarik dasternya ke bawah…..hingga lepas.."haaaaaaaaaah" buah dadanya besar sekali, selama ini Aku tidak sadari, seperti tidak ada ruang kosong didalam bhnya ,bh yang elastis itu sangat terlihat kencang membalut tubuh tante Mir.., bagian dari payudaranya yang tidak tertutup bh menyembul tinggi keluar seakan payudaranya terhimpit bh ,.."Tante..copot yah bhnya sesek kayanya kasin tuh tetek tante…..ga usah malu - malu Tante khan…tetek Tante ..punya Eki malam ini ….,"

Kuraih dua tali bh yang juga berwarna hitam dan berenda indah …kuturunkan hingga perut ,…maka menyembulah buah dadanya yang ukurannya luar biasa, bentuknya sama persis dengan buah dada Nia ,bh yang tadi kulepas meninggalkan tanda yang berbekas pada badanya mungkin karena terlalu besar payudarnya..atau bhnya yang kekecilan "ternyata tetek tante menurun kepada Nia.." ,bentuknya bulat dan montok yang beda dengan Nia hanya ukuran dan pentilnya karena payudara Tante Mirna lingkar pentilnya besar berwarna coklat muda kemerah - merahan ,… ukuran payudara Tante Mirna 2 kali mungkin 3 kali lebih besar dari buah dada Nia , walaupun Tante Mirna sudah pernah menyusui 6 anaknya tapi bentuknya payudaranya tidak turun ataupun kendor , berntuknya masih seperti layaknya seorang anak perawan ….kupegang buah dada kirinya ternyata geggaman tanganKu hanya mampu menggenggam kurang dari ½ bagian buah dada Tante Mirna yang sebelah kiri.

"Eki pengen tetek tante Mir yah.nikmat kayanya…Tante..pokoknya Tante nyerah aja..ga usah ngelawan yah.. " Tak tahan kubenamkan kedua mukaku diantara buah dadanya kuremas kedua buah dadanya dengan kedua tanganKu ,..kugoyang ..goyangkan payudara Tante Mirna…Padet..sekali ..kuremas , kujilati secara bergantian dan kusedot - sedot.."slruupp..slruuup..slruup" nikmat sekali "tetek tante… yang jadi kebanggaan tante Eki obok - obok malam ini ,….Penisku amat sangat tegang..darahKu berdesir kencang….sampai ke ubun - ubun , tak kusangka TanteKu bisa senikmat ini..luuuar biassssa"…."sekarang mulutku mulai menikmati bagian perut Tante Mir…"Eki jilatin yah perut tante…. "

Kuraih bibir celana dalamnya kuturunkan bersama bhnya hingga terlepas…"Glek"…."memek Tante emang tebel yah…bulu- bulunya halus berwarna kecoklatan .." tanpa menyentuh vagina Tante Mir…Aku segera melepaskan celanaKu berikutnya Aku peluk tante Mir..hingga penisKu menyentuh pinggulnya dan lenganKu diatas gundukan payudaranya , Sekarang Aku dan Tante Mirna sudah telanjang bulat…kukulum bibir tebal Tante Mirna…kugigit..sambil tanganKu terus memerah buah dadanya….kemudian "Hmmm karena malem ini Eki akan mencoba hasil kerja keras tante merawat tubuh Tante selama ini …yah…Tante akan Eki entot..sekarang , Eki akan menikmati tubuh Tante Mirna...jadi Eki ga usah panggil pake Tante Mirna lagi….yah..ngapain..Eki yang berkuasa atas tubuh Tante, nasib Tante Mir ada di tangan Eki…milik Eki malam ini……eh.. Mirna…..ladeni Gue yah …puasin Gue Mir…dengan tubuh molek loe……mau mulai dari mana " dari tetek toe yah ..Mir…"
Maka kunaiki tubuh bugil Tante Mirna kuletakkan penisku yang sudah tegang diantara kedua belah buah dadanya….lalu dari sisi luar keduanya kutekan ketengah sehingga menjepit penisku….oooouuuuhh penisKu hilang ditelan buah dada Tante Mirna hanya sedikit sekali terlihat keluar dibawah dagu Tante Mir….sulit sekali penisku digerakan maju mundur karena cengkraman buah dadanya yang kencang.

"Ga enak Mir…" sambil Aku lepaskan penisku.."basahin dulu deh sama ludah loe" Kubuka kedua bibirnya lalu kugosok - gosokkan penisku kekiri dan kanan…"cobain dong kontol gue Mir… enakan …mulut ini jangan dipakai cuman buat nyuruh - nyuruh orang aja .pake buat ngisep kontol gue sekali - kali ....sambil dipegang dong Mir …. sambil kuraih tangan kanannya… ", setelah cukup basah..Aku kembali diantara dua bukit yang kenyal "nih..bandel..yang ini juga bandel suka bikin orang sampai ngiler.. " kataku sambil memukul - mukul buah dadanya dengan kontolKu….., sebelum itu Aku tempatkan lagi penisKu diantara dua gunung besar itu , Kutarik kedua belah telapak tangannya kutaruh secara bersilang di bawah pantatnya sehingga buah dada Tante Mirna yang sudah besar terlihat bertambah besar karena dadanya yang membusung ke depan …lalu…Aaaaah kenyal banget waaaaahhhh enak ..ba aanget tetek loe …..oouhh Mirna sayang..ouuuh …ga kuat..gua ga kuat Eeenak bangeet.."preeet..preeet"bunyi gesekan kulit kami…,

Buah dada Tante Mirna benar - benar besar kenyal dan kencang, "ehh..Mir kayanya ..biji gue .." karena ukuran buah dada Tante Mir yang besar Aku coba memasukan buah zakarKu diantara payudaranya, kedua tanganKu juga bisa terbebas karena Aku dapat menggunakan kedua pahaKu untuk menjepit buah dadanya....yang sangat luar biasa , pengalaman yang sama sekali baru buatKu adalah..saat kutekan jauh kedepan penisKu bukan saja buah zakarKu yang merasakan kenikmatan tetapi kulit selangkanganKu dibelakang zakarKu sampai ke pantat dan juga belahan pantaKu sampai hampir kedekat Anus bisa merasakan padat dan montok payudara tante Mir..ditambah lagi kurasakan pentil tante Mir..bermain - main di wilayah itu menusuk - nusuk mengelitik daerah yang paling sensitif dari selangkanganKu bahkan Aku bisa bergerak naik turun yang tidak bisa kulakukan pada payudara ukuran biasa…..,"ahh..uhhn..ahh..achh..och Mir,..Mir.ah..Mir..ah"desahKu berkali - kali.. Aku seperti Anak kecil yang sedang asyik memainkan kuda -kudaan yang baru dibeli,"krek..krek..krek" suara ranjang akibat Aku sedikit meloncat - loncat..karena nikmatnya duduk diatas payudara montok ini,Tante Mirna benar - benar menyerahkan buah dadanya yang selama ini dia jaga keindahan bentuknya untuk dipergunakan sebagai pemuas birahi keponakannya sendiri.lalu "aaaahcchhhchhhhchhhhhhhh" jepitan pahaKu tiba - tiba menegang ,Ku jepit payudara Tante Mir ..sekuat tenaga.., kedua tanganKu meremas bagian atas payudaranya sekencang - kencangnya seiring muncrat pula spermaKu….

"Crooooooot,…croooooot…croooooott" "aahhhchkkc..hheeek.. Mirrrrrnna acahhchhhchheeee"Aku mengerang karena nikmatnya, maniku muncrat di dagu dan leher jenjang tante Mir.., lalu Aku terdiam mematung mengatur nafasKu "gila..gue..ga bisa nahan mani..gue ..Mir..belum pernah ada seumur hidup …tetek yang mampu bikin gue..klimaks…..apalagi sebanyak ini.."

Kubersihkan dagu dan leher tante Mir dari maniku dengan celana dalam tante Mirna yang tergeletak dekat kakinya..".Setelah puas dengan buah dadanya kuturunkan tubuhku yang lemas sekali…"ah udah..kali yah" rasanya tubuhKu sudah tidak kuat meneruskan permainan ini …..tapi mataKu terus memeloti sekujur tubuh tante Mir yang mulus dan kencang… . Aku turun dari tempat tidur berjalan pelan menuju kamar mandi mungkin kalau kena air penisKu bisa segar kembali..karena sudah empat kali Aku klimaks , hal sama sekali tidak mungkin akan terjadi pada situasi hubungan seks yang normal, baru Aku perhatikan sekarang bahwa lemari yang ada di lorong itu adalah lemari kaca yang panjang dengan pintu geser ,tempat baju - baju mewah tante Mirna yang semuanya tergantung rapih.diantara baju - baju mewah kutemukan banyak sekali selendang - selendang modern tante Mirna untuk melengkapi baju pestanya

Belum lagi Aku sampai di kamar Mandi , seseorang mengetuk pintu kamar Tante Mirna dari arah luar…bu.Mirna..bu.Mirna…Saya mau ke pasar bu..takut kesiangan nanti kehabisan ikan masnya…Aku terperanjat dan baru saja menyadari setelah melihat ke arah jendela kalau hari sudah mulai terang…bu ..Mirna Saya pergi yah…itu jamunya nanti keburu dingin ….."wah si mba ..bikin Aku jantungan" dia tidak tahu bahwa saat ini majikannya sedang telanjang bulat diatas tempat tidur dan baru saja selesai melayani keponakannya dengan payudaranya, ....tak lama kemudian Aku mendengar suara pintu garasi yang di buka oleh seseorang , Aku meloncat ke jendela untuk melihat ….siapa yang baru datang.."ooooh si mba pergi ke pasar" kuperhatikan wanita itu berjalan menuju pintu …pagar "wah..berati ga ada siapa- siapa di rumah ini ..kuperkirakan Rani dan Nia baru akan sadar paling cepat 1 jam lagi…Aku bisa menikmati tubuh tanteKu sambil berteriak - teriak bebas" penisKu mulai beraksi menanggapi rencana yang ada di kepala…setelah kulihat Mba Tiul ..menaiki angkot ..

Aku loncat turun ranjang lari menuju lemari baju Tante Mirna tadi kemudian mengambil beberapa selendang untuk melaksanakan rencanaku….setelah itu Aku menghampiri tanteKu yang masih pingsan dalam keadaan telanjang bulat.."Mir asyiik….sayang kita main diluar ..yuk" …sambil menyatukan 2 lembar selendang , sehingga cukup panjang ,untuk kemudian Aku kalungkan di tengkuk tante Mir…, dan kedua ujung selendang tersebut Aku selipkan di kedua ketiaknya setelah itu Aku telungkupkan tubuh tanteKu untuk menyatukan kedua selendang tadi di punggungnya, selesai mempersiapkan tante Mir kubuka pintu kamar , masuk ke ruang tengah lalu mendorong sebuah sofa panjang untuk Aku letakan dibawah tangga putar dengan posisi sandaran sofa berada sejajar dengan pagar pembatas tangga .

Aku kembali ke kamar menuju meja rias , disitu kutemukan sebuah baby lotion , kembali ke ranjang kuangkat tubuh Tante Mir….,kutempelkan punggungnya di dadaku. Kubawa dia menaiki sofa yang ada di ruang tengah , kemudian sambil duduk memangku tanteKu,, diatas sandaran sofa kukaitkan kedua ujung selendang pengikat tubuh bugil tanteku di salah satu anak tangganya yang terbuat dari besi setelah terkait kutarik hingga kencang kemudian kuikat kedua ujung selendang tersebut, sehingga sekarang posisi tanteKu tergantung dengan posisi setengah berdiri diatas kursi sofa , setelah puas memandang tubuhnya dari kejauhan, Aku kembali naik ke atas sofa , sebagai pemanasan Aku ambil kedua telapak tangannya untuk Aku ciumi , kujilati dan kuisap -isap jari - jari jentik tante Mirna lalu kubimbing kedua tangannya menuju penisKu tangan kirinya kubuat agar mengelus - ngelus dan mengocok - ngocok batangKu sementara tangan kanannya meremas - remas buah zakarKu , kemudian Aku tarik jari telunjuk kanannya agar dapat memainkannya keluar masuk anusKu…, rasanya nikmat sampai ke ubun -ubun setelah puas kembali Aku tatap wajah tante Mirna… "sekarang giliran gue cobain seperti apa rasanya memek loe Mir.." , kubaluri penisKu dengan baby lotion kemudian kurentangkan kaki tante Mir lebar - lebar , Kucengkram kedua belah pantatnya….

"Mir ..oucchh pantat loe.."ininih yang selama ini loe..jaga..loe rawat biar bagus … ternyata.. akhirnya loe kasih gue untuk bentar lagi gue cicipin..hehehe "kataku sambil menepuk - nepuk dan mengelus - ngelus pantatnya "gplok..gplok"pinggang tanteku kecil tapi pinggulnya agak lebar ,bentuk pantatnya bundar , montok dan sama sekali tidak turun seperti layaknya seorang wanita yang telah mempunyai anak , dan permukaan kulitnya sangat lembut , Aku berdiri berhadapan sejajar dengan tubuh yang indah itu ,wajah Tante Mirna dekat sekali dengan wajahku Kulumat lagi bibirnya yang tebal dengan buas.."slruuup..slruuup"..denyut - denyut yang timbul dibawah pusarku mengisyaratkan penisKu sudah siap untuk bertempur

"Yuk ngentot Mir..…badan loe jangan buat ngejebak laki - laki doang..tapi ga pernah loe kasih mereka untuk nyobain…"licik loe emang" tapi sekarang semua bagian dari badan loe ga ada yang bisa lolos dari gw ….gw ga pernah mimpi bisa ngentot sama loe yang galak tapi bodynya luar biasa ini …kontol gue panjang dan gemuk..rasain deh Mir….tadi juga kontol gue abis masuk ngerasain memeknya ,pantatnya Rani ,sama Nia sekarang giliran loe…. ".. "Sekarang loe harus merasakan kontol gue yang besar Mir"…sambil membelai - belai rambutnya …. " kemudian tanganku kembali mencengkram pantatnya Kutekan pantatnya ke arahKu ,sehingga penisku dan vagina tanteKu saling bertemu ,Kurasakan ujung penisKu yang dengan mudah masuk lobang vaginanya , tetapi ketika Aku berniat untuk masuk lebih dalam ternyata dinding vaginanya tidak menyerah begitu saja…kuat menekan penisKu yang sudah licin dibaluri lotion "uuuuuffffff sempit juga memek loe."

Gerakan maju - mundur penisKu di dalam vagina Tante Mirna ,sangat lambat dan sangat menguras tenaga "…ouuh ..iiiihh ahh..ahha…sss..ehhohh"desahKu sambil menyetubuhi tanteKu dengan posisi berdiri, sehingga tidak ada satupun bagian dari tubuhnya yang tidak dapat kujamah, dengan kaki mengangkang tubuh tante Mirna bergerak mundur maju mengimbangi gerakan tubuhKu , rambutnya yang indah bergoyang - goyang seiring gerakan kita. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa pada vagina tanteKu ini..yang benar-benar belum pernah kurasakan sebelumnya dengan wanita - wanita lain yang umurnya jauh lebih muda dan yang belum pernah melahirkan , bahkan nikmatnya vagina Nia terlupakan sudah….sungguh ajaib kenikmatan yang disuguhkan vagina tante Mir yang usianya sudah setengah baya ,tapi nikmatnya tidak dapat disaingi oleh sorang gadispun dikehidupanKu .."seakan menjawab pertanyaanKu tentang asal - usul kenikmatan yang telah diberikan Rani dan Nia tadi malam "huuah..huah..huah.."teriaku dalam setiap hentakan keras penisKu kedalam vagina tante Mir.… dalam posisi begini baru aku dapat melihat goyangan - goyangan buah dadanya yang indah mengikuti hentakan kerasKu

"Oohh.Mir..,Mir..ah..ah ..Mir..duulu..loe ma..ki..ma.ki gw..kar..na ngeraba..raba ann..nak ..nak loe..ma,,lem ni..gue..uuudahco ..coba.iin.3..me.emek ..mem..ek..Ra..ni..Ni.aaa aama ,me,..emek ma..mahnya.." kicauan..ku..ditengah nikmatnya… kubenamkan dalam - dalam penisku..ke dalam vaginanya, vagina ‘Waaaaaaaahhhhhhh..Gillllaaaaa loooooe Mirrr"… luar biasa sesak vaginanya ,kalau Aku tekan dalam - dalam sampai kubenamkan habis penisKu dalam vagina tante Mir…didasar lobang itu seperti ada yang menarik - narik ujung penisku dan ujung penisku terasa basah …., "giiiileeee Mir..emmmpot aaaayam loeee."kurasakan desakan darah diseluruh uratKu….PenisKu ..sudah penuh dengan mani yang siap..ditembakan ,tapi cepat - cepat kucabut untuk merasakan bagian tubuh tante Mir..yang..lain…

Masih berdiri diatas sofa berhadapan dengan tubuh tante Mirna,kepalanya menunduk lemah rambutnya yang ikal dan panjang terurai menutupi beberapa bagian dari payudaranya,Aku tak rela sehelai rambutpun menutupi bagian - bagian indah tubuh tanteKu malam ini , maka kuraih selembar selendang lagi, kukepang buntut kuda rambutnya dengan menggunakan salah satu ujung selendang yang kupegang dan selanjutnya kuikatkan pada anak tangga dengan demikian kepala tante Mir sedikit terangkat sehingga Aku dapat menatap wajahnya yang cantik pada saat penisKu sedang membongkar lobang - lobang kenikamatan tante Mir..….

Setelah kuciumi bibrnya dan meremas - remas payudaranya , Aku berjongkok menikmati perutnya yang rata tanpa lemak sedikitpun itu dengan mulutKu kemudian beralih kesamping tubuhnya untuk menarik bokong tante Mirna ke dekat mukaKu "Plok…plok..sruup..sruup" pantatnya yang luar biasa padat , kencang dan bundar…kupukul - pukul sambil kuisap - isap …."Mirna ..Om Iwan pasti belum pernah nyobain lubang pantat loe ..?, pasti loe ga ngasih dan Om Iwan mana berani minta…heehehe kalo loe berdua ngentot pasti Omi Iwan yang jadi pelayan pemuas nafsu loe ..seperti sehari - hari !!!, harus ikutin semua kemauan loe .mana pernah loe mikirin maunya Om Iwan….kalo gitu berarti gw yang pertama yang akan cicipin pantat ..moleh loe…heheehe."
Kududukan tubuhku diatas senderan sofa , kupindahkan pantat tante Mir kepangkuanKu setelah kulumuri lagi lotion di penisKu,dan ketika pantat tante Mirna di pangkuanKu " …Aduh lubang loe sempit…masih perawan…!!! kataKu …"kurentangkan kedua kakinya lebar - lebar dan kucoba masukan dengan paksa penisKu , setelah ujung penisku masuk kudorong dengan penuh tenaga...dibantu dengan bantuan tanganKu yang memegang pinggulnya sambil menekannya ke bawah,.sehingga"preeeeeepttsrjjjjjeeet" "wooouuuuuhhhh Mirnaaaaaaaaa Mirnaaaaaaaa "teriakanKu bergema seisi rumah "peereeet ammmmaaaaat sayaaaaang.

Lubang anus tante Mirna…lebih kencang..lebih..hangat..lebih dalam dari lobang vaginanya., kualihkan tanganku sehingga melingkar memeluk pinggangnya yang ramping…kuayun-ayunkan tubuhnya hingga naik - turun..sesekali kubuat agar pantatnya membuat gerakan melingkar.."ouuuooouuohhhh" nikmat sekali …dibawah batangKu melakukan sedikit gerakan sebagai bantuan…,makin lama gerakan - gerakan ini kupercepat..temponya…hingga sofa itu berbunyi kencang "…ngek.ngek.ngek", baru sekarang Aku melihat buah dada tante yang besar itu bergoyang- goyang lincahnya keatas kebawah.indah sekali., tak kulewatkan kesempatan itu untuk meremas - remas payudaranya lagi.

Andai saja dia saat ini dalam keadaan sadar …entah bagaimana perasaannya… ,tak kubayangkan betapa malunya tante Mirna yang memiliki gengsi yang sangat tinggi ini apabila dia menyadari bahwa tubuhnya sedang meloncat - loncat diatas pangkuan keponakannya untuk memberi kepuasan dan layanan pada penis sang keponakan yang sedang mengaduk -ngaduk lobang anusnya ditambah tangan yang sedang "berbelanja" di buah dadanya , belum lagi tubuhnya terikat dalam keadaan telanjang…"Mir.eh.. nik..matin aaaaja yah..Mir."dengan mataku yang selalu menatap wajahnya.…. sulit sekali mendapat kedalaman yang maksimal di lubang anus Tante Mir… karena tertahan belahan pantatnya yang besar dan kencang itu,…sehingga setiap goyanganku menimbulkan suara - suara mesra di pantatnya "gplok..gplok..gplok""oouchhhh gw ba…rru tau smuaa lobang ..loeh nikkkmaaatnya Mir..….,anak….aaanak loe..nikmattt , terrr..nyata summber..nya eloh.., Mir… niiiiikmat bbbbbengeettt…….

Jam telah menunjukan jam ½ 7 pagi,kemungkinan Rani dan Nia tersadar saat ini besar sekali….tapi Aku belum puas juga bermain - main dengan tubuh tanteKu ini ,malahan Aku semakin asyik dengan ide - ide lain,..Kuterhenti sejenak kemudian dengan penis yang masih terbenam di dalam anus tante Mirna ...Aku dekap tubuh tante MirnaKu dengan erat sambil membimbingnya berdiri dan berbalik sehingga tubuh kita berhadapan dengan sandaran sofa,..kuangkat kedua kaki tante Mir kemudian kuletakan pangkal betisnya diatas sandaran.., sehingga membentuk pantatnya semakin membulat dan menimbulkan suara yang keras saat penisKu melesak masuk kedalam anusnya

"Gbloak…gbloak.. gbloak.."..oh..Mirna..ampun..Mir…enak..Mir..keadaan ini membuat penisKu semakin betah didalam…,kuatur serangan penisKu dalam tempo sedang …kemudian..sesekali ..Aku kagetkan tubuhnya dengan serangan - serangan super cepat "ahahaajhhahahahah"…..keringat sudah membasahi kedua tubuh telanjang ini , …, tak lama kemudian…kuhentikan sejenak goyanganKu , kucengkram kedua pangkal pahanya lalu kuputar keduanya hingga tubuhnya berbalik menghadapKu , ini kulakukan tanpa mencabut penisKu, dan rasanya sangat luar biasa ,..tumpukan daging yang mengelilingi dan membekap penisKu erat……terasa memelintir penisKu dengan nikmaaaat..sekali "ouuuhhh Mirnaaa.sssstttt Mirnaaaa ..ohh".

Setelah tubuh kami berhadapan kuambil 2 lembar terkahir dari selendang tante Mir yang tergeletak di sofa dengan ujung jari kakiku,…selendang itu Kupergunakan untuk menyatukan pergelangan kaki kiri dengan pergelangan tangan kiri dan kemudian pergelangan kaki kanan dan pergelangan tangan kanannya tante Mir.., setelah kusatukan..kuikat kedua selendang tersebut di salah satu anak tangga…,sehingga posisi tanteku sekarang , tergantung celentang dengan kedua kaki yang tertarik kedua lengannya menyebabkan kedua pahanya terbuka lebar-lebar membuat vagina dan lobang anusnya pun terlihat jelas dan terbuka lebar, gambaran posisinya, seperti kita melihat seorang bayi mungil yang sedang "diceboki" dalam kondisi masih tidur setelah buang air.Kualihkan penisKu ke dalam vagina tante Mir…,pada gerakan - gerakan awal kubiarkan kedua belah pahanya mengangkang lebar ,…tapi ditengah - tengah "genjotanKu" yang semakin cepat kurapatkan kedua belah pahanya sehingga dapat kudekap erat dengan tangan kananKu sementara tangan kiriKu yang terus menggerayangi setiap jengkal tubuhnya

"OOOuuuhhh Mir…nikkkmmmat..rapeeeettt..Mir….mmmemmekloeee………" teriakanKu menggambarkan nikmat vaginanya dalam posisi itu, penisKu semakin menegangg dan hampir mencapai puncak , cepat - cepat kucabut dan kembali ke anusnya, dalam waktu singkat,"woooouuuhh.. Mirrrr ..guuee kluarr..mirrr,…ouhhh mirr..eeeeenakk ssssyaaaaaang" kubenamkan penisKu dan kubiarkan cairan spermaKu keluar dalam anusnya.
Hari sudah semakin siang Mba Tiul sebentar lagi pasti pulang…, maka capat - cepat Aku berdiri di dekat kepalanya untuk melepaskan ikatan rambutnya ,…mungkin karena terburu - buru Aku lupa untuk menahan kepala tante Mir agar tidak tiba - tiba terjatuh saat ikatannya kulepas tiba - tiba "bhukk" kepalanya jatuh menghantam tubuhKu tepat di selangkanganKu.."aduh"…, kurasakan nikmat belaian rambutnya pada penisKu yang sudah sangat "lemas" dan tidak mungkin terbangun lagi,…., "wahhh mulut loe yang seksi nantang bener"…Aku berjongkok dan menciumi bibirnya " cuciin .. dong kontol gue Mir" sambil mencoba membuka kedua mulutnya dengan menarik rangkaian gigi putih dan bersih tante Mirna, "Ayooh buka mulut loe…"

Aku tidakpernah mengira hanya dengan satu tarikan kuat tangan kananKu pada rahangnya maka terbuka lebarlah mulut tanteKu .Aku berdiri berbalik membelakangi tubuh tante Mirna…, kutempatkan kepalanya tepat ditengah - tengah selangkanganKu , dengan tetap menahan rahangnya, kuturunkan perlahan penisKU kedalam mulut yang dulu pernah memaki - makiKu, "hayoo telen Mirr …telen" ,dengan telunjukKu kuatur posisi lidah tante Mir..agar memberi jalan pada batangKu untuk masuk lebih dalam dengan tangan kiriKu kutekan bagian belakang kepalanya sehingga tanteKu bisa menelan seluruh batangKu , hingga ujung penisKu dapat menyentuh dinding kerongkongannya dan bibir -bibir tebalnya bisa mencicipi buah zakarKu , "ooohh Mir…aaaanget Mirr..lembut terasa lembut banget mulutloe"desahKu "srukk..sruuk srukk" bunyi - bunyi itu keluar dari mulutnya,penisku basah kuyup bermandikan air liur tanteKu,kutatap matanya yang masih terpejam, hidungnya yang mancung membelai - belai rambut di selangkangnKu, Aku sangat terkejut karena penisKu semakin lama semakin mengencang , "waah Mir…luar biasaa permaianan loeee .

Kupercepat ayunan kepala tante Mir" croook ..kecrook ..crrrook ..kecroook"suara mulut tante Mirna akibat penis keponakannya yang sudah mengeras dan memenuhi mulutnya ","aayoohhh Mirr udahhh.siang.….,…ayoohMirrr..bikin gw kluarr ahh" kehangatan ,, kelembutan mulut tanteKu membuat Aku semakin menggila , penisKu teggang dan basah dibuatnya dan"crrroot ..crrroot"..kumuntahkan sisa - sisa spermaKu kedalam rongga kerkongannya "minum..yah Mir..diminum jangan dibuang".

Kucabut penisKu dari mulutnya kurapihkan semua perbuatanku dan kukembalikan semuanya kepada posisi semula, kemudian Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukaKu dan naik ke kamar berganti pakaian dan keluar rumah tanpa membawa mobil .Satu jam kemudian Aku kembali ke rumah tante Mirna dengan membawa sekantong berisi buah - buahan sebagai tanda terima kasihKu kepada tante Mirna yang mengijinkan Aku menginap di rumahnya…atau sebagai tanda terima kasih karena dia dan anak -anaknya telah melayani Aku semalaman..heehehhe.

Saat Aku masuk rumah kutemui Mba Tiul yang sedang di dapur,.. , "yang lain pada belum bangun ?" tanyaKu…"udah mas tau pada di kamar mamahnya",jawab Mba Tiul …" "tolong pamitin yah bilangin urusan Saya udah beres nih " kataKu yang takut untuk berpamitan langsung pada mereka "oh…iyah tau tuh Mba Rani dan Mba Nia jam segini baru bangun , Mamahnya malah belum bangun aneh ..ga biasanya" jelas Mba Tiul sambil membukakan pintu pagar "masa sih"…tanyaKu berpura - pura heran..."oh iyah tadi..beliin buah kesukaan tante Mir ..tuh ada di meja makan yah Mba.." kataKu lagi ,… "Iyah trima kasih " Kata Mba Tiul lagi.

Setiba dirumah Aku tertidur pulas seharian , badanKu lemas sekali…penisKu berdenyut - denyut ..ngilu dan pegel sekali , pinggangku seperti mau patah.,Luar biasa permainan tante Mirna dan 2 putrinya telah mengakibatkan aku 6 kali mencapai orgasme,…yang tidak mungkin lagi terjadi dalam berhubungan seks biasa.

Setelah kejadian itu 2 bulan lamanya Aku tidak bertemu mereka , Aku mendengar kabar Tante Mirna dan Nia sering bolak - balik ke dokter , tidak tahu sakit apa mereka , atau mungkin mereka berdua merasa ada masalah pada vagina dan anus mereka.Dalam suatu acara "lamaran" sepupuKu yang lain Aku bertemu mereka sekeluarga , pada Rani dan Nia tak terlihat banyak perbedaan hanya saja mata mereka selalu menunduk tidak pernah mau menatap mataKu , saat berbicara atau pada kesempatan lain , perubahan yang sangat jelas ada pada tante Mirna , dia terlihat lebih pendiam sekarang, rasanya dia juga sudah tidak terlalu percaya diri seperti dulu ,tidak lagi banyak mengatur dan mengemukakan pendapat , persis seperti suaminya dulu , tapi sekarang justru Om Iwan lebih banyak bicara dan seperti mengambil alih kendali keluarga dari tangan tante Mir…, atau mungkin juga Tante Mirna, Rani dan Nia mengetahui perbuatanKu terhadap tubuh mereka tapi tidak cukup bukti untuk melancarkan tuduhannya.

BagiKu Rani dan Nia tetap cantik dan seksi tapi bahasa tubuh mereka sudah tidak pernah menantang Aku lagi untuk membayangkan apa yang ada di balik pakaian mereka.Sekarang Aku lebih banyak tersenyum saat bertemu mereka membayangkan apa yang Aku lakukan malam itu.Dan tante Mirna…adalah bonus bagiKu karena Aku satu - satunya keponakan yang spermanya pernah ditelan tante Mirna .

TAMAT

Sepupuku Rani dan Nia - 2



Setelah beberapa detik barulah Aku dapat mengenali dari pakaiannya bahwa tubuh molek yang ada di depanku adalah Nia, posisi tidurnya celentang dengan wajah menghadap ke arahku , lengan kirinya diatas perut dan yang kanan berada lurus disamping tubuhnya, sementara Rani tidur disebelah kanan Nia posisinya celentang dengan kedua tangannya berada diatas kepalanya…aku lega sekali "untung Ka Nuri tidak tidur disini yah",tanpa berlama - lama kukeluarkan botol cholorofoam bersama sebuah handuk kecil , kubuka tutup botolnya dan kutuangkan beberapa ml , sehingga handuk itu terasa basah.., sudah tidak sempat lagi mempraktekan yang diajarkan si Akun kepadaKu gelap sekali disini.

Setelah menutup botolnya kembali dan menaruhnya di dalam tas Aku pindah ke sisi kanan menuju Rani karena dari hasil pemantauanKu selama ini dia mudah sekali terbangun dari tidur,…Aku langsung membekap Rani disekitar hidung dan mulut dengan handuk tersebut dengan tangan kananku , sementara tangan kiri menahan dagunya bagian bawah, sesaat setelah Aku membekapnya tangan Rani bergerak - gerak keatas tanpa arah seperti hendak meraih sesuatu, tak lama kemudian dia lunglai tak bergerak sedikitpun…., sebelum aku melepaskan handuk itu dari mukanya yang cantik , Aku mencoba menusuk - nusuk dan mengelitik disekitar perut dan ketiaknya untuk memastikan apa dia sudah benar - benar tak sadarkan diri. Setelah yakin Aku angkat handuk kecil tadi dan beralih ke Nia .."Cholorofoam akan habis menguap dalam 5 menit" Aku mengingat pesan Akun , walaupun ini belum 5 menit Aku menaruh cholorofoam lagi di handuk itu supaya lebih meyakinkan Aku tambahkan lagi sedikit, kemudian secepatnya kutekan pada hidung Nia , tidak seperti Rani , Nia tidak bergerak sedikitpun, setelah beberapa saat Aku mencoba menggerakkan jari - jariku di telapak kakinya , setelah tidak ada reaksi maka Aku angkat handuk itu dan kumasukan lagi ke dalam tas bersama botolnya…

Aku berlari kecil ke pintu…kututup perlahan - lahan dan Kukunci dari dalam , kemudian Aku merapihkan tirai jendela untuk meyakinkan tidak ada orang yang dapat melihat dari luar setelah itu baru lampu kamar kunyalakan.Maka terlihat pemandangan yang sangat indah..yang selama ini hanya ada dalam khayalanKu .. dua putri seksku berada tepat didepanKu tergeletak tak berdaya ….dari perutnya masih terlihat gerakan - gerakan turun naik nafas mereka berarti mereka hanya pingsan tidak mati….., "Rani, Nia malam ini kalian milik gue ,gue bisa melakukan apapun terhadap tubuh kalian…., " , Aku akan mulai denganmu Ran ,…gue selesaikan yah…perbuatan gue ke tubuh loe yang tertunda beberapa taun lamanya…karena loe keburu bangun" daster Rani yang berwarna hijau sudah tersingkap memperlihatkan setengah dari bagian pahanya…., Aku mulai meraba- raba dengan kedua tanganku dan menciumi telapak kaki kanannya, naik kebetisnya kuangkat sedikit kakinya agar Aku bisa menciumi betis bagian belakangnya yang indah,lalu naik ke lututnya sampai ke pahanya sambil menyisir bulu - bulu halus yang selama ini hanya bisa kupandangi …"halus sekali Kamu Ran…."..ada beberapa buah tahi lalat di pahanya membuat semakin indah saja…, sampailah Aku di ujung dasternya maka kunaikan sedikit - demi sedikit sampai diatas celana dalamnya .."angkat sedikit yah sayang dasternya……"seperti binatang buas setiap sudut paha Rani kucium dan kuraba- raba sambil sedikitKu gigit - gigit saking gemasnya, lalu Aku taruh daguku diujung pangkal pahanya sambil memandangi dan mengelus- ngelus vaginanya.."bentar yah…nanti bentar lagi akan kunikmati kelezatan ini…." kemudian aku pindah ke kaki kirinya ,setelah sampai pangkal pahanya Aku singkapkan daster Rani hingga dibawah dagunya , sehingga terlihatlah buah dadanya yang masih tertutup bh,

"Ran…buka aja yah bajunya" maka aku naik ke tempat tidur, duduk diantara tubuh Rani dan Nia ….kubuka deretan kancing dasternya yang berada di leher sampai ke dada..posisi tidurnya memudahkan Aku untuk menarik dasternya hingga lepas …, Rani tinggal memakai celana dalam coklat dan bh coklat , maka kubenamkan mukaku di bagian luar bhnya dengan kedua tanganKu yang bergerak bebas meremas buah dadanya, ….dengan cekatan kedua tanganKu meraih kancing bhnya dan melepaskannya , lalu kutarik bhnya keatas sehingga lepas…"Ran.. ternyata tetek kamu bagus banget lebih indah dari bayanganku selama ini ….,bentuknya padat dan kerucut pentilnya coklat muda , gumamku sambil menciumi , menyedot dan meraba - raba buah dadanya , pentilnya kusedot dan kugigit …."cup..cup srot ..srot".. saat - saat seperti ini yang sering Aku khayalkan saat Aku onani ….maka penisku jadi sangat tegang sekali sampai ngilu rasanya"gue …buka baju dulu yah Ran..tunggu bentar" tanpa beranjak dari tempat tidur kulepas tas pinggang dan seluruh bajuku dan kutaruh di meja kecil di sebelah tubuh Nia….,rasanya air maniku tidak sabar untuk keluar …, setelah itu Aku kembali ke buah dada Rani.., "jepit kontol gue yah Ran tapi basahin dulu yah"…sebelum menikmati buah dadanya lagi ,…

Aku arahkan penisKu ke bibirnya yang indah , lalu kubuka kedua bibirnya sehingga terlihat gigi - gigi Rani yang putih dan rapih…,masih dari arah samping kugosok - gosokan penisKu di mulut Rani, seperti sedang menyikat gigi …, lumayan disitu ada sedikit air liur Rani yang bisa membasahi penisKu…"Ayoh..cicipin kontol gue Ran"….kuraih telapak tangannya dan kubimbing dengan bantuan tangan kananKu,sekarang tangan kanan Rani menggenggam penisKu, "enakan..sayang.."setelah cukup basah…..kuletakan kembali penisKu ditengah - tengah buah dada yang sudah menunggu….dari arah luar kutekan payudaranya ketengah sehingga menjepit batangKu..…walaupun terasa nikmat dan kenyal…payudara Rani tidak dapat maksimal menjepit penisKu yang besar dan gemuk ini….puas dengan buah dadanya , kucium bibirnya yang seksi , Aku bisa merasakan yang Ebin pacar Rani rasakan,….sambil mengulum bibirnya kubelai wajah dan rambut yang hitam itu , lalu kulanjutkan ke arah ketiak yang bersih dan wangi tanpa bulu terus hingga telapak tangan. "Ran telungkup dong…Aku berpindah kesisi kanan Rani , kuangkat tubuhnya sebelah bagian kanan setelah setengah telungkup kutarik tubuhnya hingga tidak meniban tubuh Nia ,… terlihat jelas bentuk pantatnya yang tidak terlalu besar tapi padat dan berisi , "celana dalamnya dibuka yah sayang" Aku pengen nikmatin pantat kamu … kutarik kebawah celana dalamnya hingga ke telapak kaki ,."Wow Rani".. …sambil menepuk - nepuk pantatnya "Plak..plak" serangan kulancarkan , ciuman , remasan dan gigitan kulakukan …..terakhir kusejajarkan tubuhku dengan tubuh Rani…lalu perlahan - lahan kutelungkupkan tubuhku diatas tubuh Rani yang sama - sama dalam keadaan bugil, sehingga penisKu..masuk kedalam belahan pantatnya …untuk menambah nikmatnya posisi ini di sisi luar pantatnya kutekan dengan pahaKu…lalu Aku mulai menggerakan pantatKu naik - turun , atas - bawah.."Ran..waktu itu gue ketahuan sama loe lagi nikmatin ini"….oooh nikmat sekali pantatnya padat walaupun tidak besar.

Beberapa menit penisKu berselancar di dasar pantat Rani kemudian… "Nah balik badan lagi sayang sekarang giliran memek kamu" setelah membalikan badannya kutarik kedua kakinya ke kiri dan kanan, kaki kiri kutaruh diatas perut Nia , kaki kanan Rani kuangkat dengan tangan kiriku,…jelas sudah daging yang kemerah - merahan dan ditumbuhi bulu - bulu halus sepertinya belum lama dia mencukur bulu - bulu ini..,"Ran…Aku sedot yah sayang memek kamu …..tahan yah sayang ..makanya jangan suka pelit ..jadi orang ,Aku pegang - pegang aja dulu ga boleh..pake bentak - bentak Aku" kataku mengingat peristiwa saat Aku tertangkap basah oleh Rani,…"sruup…sruup" nikmat sekali "wangi bener sih memek kamu Ran…"dibasahin dikit yah biar kontolku entar enak masuknya" maka kujulurkan lidahku memasuki lobang kenikmatan itu.beberapa saat Aku menikmati vagina Rani sambil tangan kananKu meremas - remas buah dadanya, tiba - tiba mataku tertuju ke Nia ,…eehh "Kamu kok dicuekin sih si seksi lupa gue….."habis nikmat sekali sih kakak kamu"…, kuangkat kaki Rani dari tubuh Nia .

Kumulai berpindah menjelajahi tubuh Nia kusibakan rambutnya yang menutupi leher indah itu kuciumi dan kujilati…."Wangi dan halus"Ni…kubelai rambutnya dari atas ubun - ubun sampai ke ujung rambut, lalu tak sengaja.. lenganku menyentuh benda empuk yang membukit tinggi yang ada didada Nia, Aku jadi tertarik meremas buah dada kanannya "Ko..besar amat sih Ni…"sambil kugoyang-goyangkan.."biar besar tapi padat dan berisi tetek kamu"….tak sabar Aku raih kedua lengannya hingga berpindah berada di atas kepala, dengan cepat kutarik ke atas ujung T-Shirtnya..dalam sekejap terlihatlah bh putih yang beranda indah…"oohh……..Nia ko bh Kamu kaya ga kuat nampung tetek kamu" … bh nya benar - benar tertarik kedepan seperti tidak ada ruang kosong di dalam bhnya…semuanya di padati daging montok yang indah..bahkan bagian di sisi dalam dan luar bh Nia..menyembul keluar bagian - bagian buah dadanya yang tak mampu tertampung bh" …, bentuknya sama sekalai berbeda dengan payudara Rani, kupeluk dia sambil meraih kancing bh yang berada di punggungnya sambil menciumi bagian tengah payudaranya.

Ketika kutarik ke atas bhnya.."Ya ampuuun Nia…montok sekali tetek loe ternyata bener pentil Kamu warnanya pink" seperti dugaanKu, yang diluar dugaanKu adalah belum pernah Aku melihat tetek gemuk, montok, dan padat berbentuk silinder (bentuk botol gallon Aqua) yang hanya mengkerucut di bagian pentilnya saja, kucoba menggenggam buah dadanya yang sebelah kanan dengan satu tanganku dari sisi atas….sebagai seorang pemain basket lingkar cengkraman telapak tanganku termasuk besar ….tapi saat ingin meremas salah satu buah dada Nia telapak tangan yang besar ini hanya mampu menggenggam ¾ dari bagian payudara tersebut…"berapa sih ukurannya..Ni.." ..kemudian kucoba menggenggam dari bagian bawah payudaranya kulingkarkan jari - jari ku disekeliling buah dada itu ..ternyata jari - jariku tidak mampu bertemu satu sama lain karena besarnya diameter payudara Nia…tanpa melepas cengkramanKu , Ku goncang - goncangkan buah dadanya …karena padat buah dada itu hanya bergoyang - goyang sedikit…"gile.." teriakKu kegirangan.. maka semakin kuremas lagi , sehingga pentilnya menyembul keatas dan kusambar dengan mulutKu , Kukulum..Kujilati,Kuhisap - hisap sepuas-puasnya sementara tangan kiriKu bekerja pada payudara sebelah kiri., tidak puas - puas mulutKu bekerja disitu, entah berapa kali mulutku berpindah pindah dari payudara kiri ke kanan kembali lagi ke kiri….aaah andai Aku punya waktu seharian dengan Nia….batinKu , menyadari waktu yang semakin sempit.

Aku bangun dari posisi telungkup diatas tubuh Nia…kutarik celana kaos yang berwarna putih itu hingga ke terlepas…kunikmati kakinya dari pangkal paha..terus ke kebawah kuraba..kujilat..kugigit - gigit kecil…"Wah kaki kamu wangi Ni..halus dan gempal, berisi …ngentot kamu pasti kuat deh", kulanjutkan sampai ke telapak kaki , ternyata kaki Nia ditimbuhi juga bulu - bulu yang sangat halus di betis dan pahanya, kuangkat kakinya agar bisa puas menikmati seluruh bagian kakinya , "paha kamu lebih gempal dan halus dari kakak kamu yah Ni…., ternyata kedua kaki Nia lebih menggiurkan ,..setelah setiap lekuk kaki Nia basah dengan air liurku…."Ni..celana dalam Kamu sekarang dibuka..yah"perlahan - lahan kuturuntan celana dalamnya , Nia memakai celana dalam putih dan berenda - renda ,setelah cd nya kulepas …penisku langsung berdenyut kencang. ….vaginanya sekarang terlihat bebas.."memek kamu memang benar - benar tebal montok lagi.. Ni " bulu - bulunya terlihat hitam agak kecoklatan…"Ga kuat gue Ni…."sebelum menuju ke vaginanya tubuhku berpindah mendekati mulut Nia lalu , Aku lakukan sama seperti yang Aku lakukan terhadap Kakaknya " basahin dong Ni kontol gue.."tidak berlangsung lama , Aku turun lagi kemudian sambil berlutut diantara dua kaki Nia , kubuka bibir vagina yang sudah menunggu dengan tangan kiriku , kumasukan lidahku agar rongga vagina itu sedikit basah.., tidak berlama - lama kuarahkan penisKu kedalam lobang kewanitaan milik Nia…" wah rapet sekali dia , setelah ujung penisKu mencapai mulut vagina .. kugoyangkan penisku kiri kanan sambil kutekan ..aahhh susah sekali sih…hanya kepala penisKu yang masuk ke vagina Nia,…dinding - dinding vagina Nia kuat sekali sehingga sulit untuk meluncurkan batangKu ke dalam…setelah beberapa menit mencoba ….."Aaaah Nia susah banget…ga bisa masuk juga ..gue udah ga tahan nih"…

Kulayangkan mataku ke meja rias yang ada di dekat pintu..setelah mencabut penisku, Aku berlari menuju meja rias itu …"hmmmmh ah ini dia "…kutemukan yang aku cari "Hand and Body Lotion"setelah itu Aku kembali diantara kedua kaki Nia kutarik kakinya lebar - lebar kesamping…kemasukan telunjukKu yang dibaluri lotion ke dalam vaginanya kemudian Aku mandikan penisKu dengan lotion…, setelah itu kembali Aku mengambil posisi telungkup dan mencoba lagi memasukan penisKu , kucoba goyangkan - kiri kanan.."ahh masih susah juga ..Ni"kutekan teruss…kutekan teruss…dan teruusssss lalu "bleess…pretpretpet"…."aaaaaah Niaaaaaa eeeeeenaaakk,,ooouch " teriakKu tak sadar… gila..kencang sekali vaginanya..saat didorong kedalam terasa sekali penisku membelah dinding - dinding vaginanya yang tebal …saat kutarik penisku agak terasa sakit - sakit nikmat , terasa otot - otot vaginanya menggengam penisKu kuat sekali , seperti tak rela melepaskan penisKu…"Ni..,,ah..ah,,berasa ba..ah..nget..eenkh tebel..enak.. me…eck..mek loe…"…tidak salah kalo banyak cowo - cowo mengantri mengincar Nia..hehehe…kalo saja cowo - cowo itu tau malam ini apa yang aku lakukan terhadap tubuh Nia....dan kuceritain apa rasanya didalam vagina Nia....pasti mereka pada mati..berdiri…hehehe. sambil terus mengayunkan pantatku , tangan dan bibirku menjelejahi kedua buah buah dada dan bibirnya….., di dalam vaginanya …benar - benar Aku mengalami suatu kenikmatan yang tak tertandingi .. Aku bisa menekan dalam - dalam penisKu sehingga terbenam semua batangKu ,…lalu Ku putar - putar penisKu di dalam ….seluruh urat dan otot batangKu terasa seperti sedang diplintir- plintir.. ini jarang Aku rasakan dengan wanita - wanita lain….

Apa mungkin karena ukuran penisKu yang terbilang besar buat orang Asia…atau memang begitu "layanan" yang diberikan vagina Nia karena sedikit saja penisKu melakukan gerakan di dalam pasti menimbulkan getaran nikmat pada batangKu…..seperti ada vibratornya, dan ketika Aku rapatkan kedua kaki Nia sehingga melingkari pinggulKu dan kedua telapak kakinya bertemu dibelakang pantatKu , dalam posisi seperti ini kenikmatan vagina Nia semakin menjadi - jadi, rongga itu terasa semakin sempit dan semakin hangat ,getar - getarnya semakin kuat dan saat Aku tekan dalam - dalam penisku , pangkal pahaKu dan buah zakarKu dapat merasakan pangkal paha dan pantat Nia yang halus dan gempal… semakin kuat dan Kupercepat goyanganKu…kuperhatikan payudara Nia tetap saja bergoyang perlahan tidak mengikuti rithme genjotan tubuhKu yang makin kesetanan.

Kemudian.."Nia..ahh."Nia…ah.ahaaaa, Nia.. sayang… aahahhaha. uuuhhh" seperti biasanya saat mencapai ejakulasi Aku selalu menyebut - nyebut nama Nia..hanya bedanya kali ini tidak perlu membayangkan karena ini bukan Khayalan ..wajah Nia berada hanya beberapa milli saja dari wajahKu payudaranya ada dalam genggaman tanganKu dan mulutKu ini kenyataan…"ahhh crot…crot….. crooooot..crrrooooootttt… crooot…croooottttt..crrooottt" maniku keluar di atas payudaranya banyak sekali ….."kudekatkan mukaku ke muka Nia …kamu tuh yah..udah bikin gue klimaks ..kakak kamu aja belum Aku cobain"….Aku menggeletak sebentar diantara tubuh bugil Rani dan Nia.

Hanya selang beberapa menit terbaring sambil mengelus - ngelus buah dada Nia , Aku mulai terangsang lagi melihat buah dada yang begitu montok , maka Aku berlutut diatas tubuh Nia ,kedua daging montok itu kupukul - pukul dengan penisKu ,Kugerakan tubuhku sedikit kedepan hingga kedua buah dadanya tepat dibawah selangkanganku, kuturunkan tubuhKu dan Kutempatkan kedua belah penisKu yang masih lemas dan licin terkena lotion diantara dua buah dada Nia , dengan kedua tanganKu kudorong sisi luar payudara Nia hingga menjepit penisKu..,lalu Aku mulai bergoyang…"Aaaaah" ..jepitan buah dadanya tidak jauh beda dengan jepitan vaginanya kuat, kenyal ,penisKu yang sudah mulai tegang menghilang diantara sepasang buah dada "aaah Nia pake lotion aja masih seret gini..gede banget sih tetek kamu…" dalam sekejap penisKu sudah mencapai ketegangan yang maksimal tapi tak mampu juga membongkar kepadatan dua bukit tersebut ,dari arah atas Aku hanya dapat melihat ujung kepala penisKu saja yang sedang bergerak maju mundur.…Aku tidak beralih ke Rani karena rasanya masih ingin mencicipi tubuh Nia… , " sabar yah Ran…" habis enak banget sih adik loe" kataku sambil menoleh ke arah Rani.

"Sekarang cobain…pantat kamu yah Nia,,,"…bagian tubuh Nia itulah yang terlewat olehKu..,kulepaskan penisKu yang sudah memberikan tanda - tanda akan memuntahkan spermanya lagi apabila dibiarkan lebih lama diantara buah dada Nia.."gile…sama tete aja udah mau keluar lagi..gue..kaya pemula aja…" , kuangkat tubuh Nia kubawa dia turun dari tempat tidur, "uuufff" berat juga kamu montok.., setelah kakiKu menginjak lantai..kuturunkan kaki Nia yang tidak bertenaga , kubalikan badanya hingga membelakangi tubuhKu..dengan mengangkat tubuh Nia pada kedua ketiaknya , Aku membawa tubuhnya berbalik menghadap ke sisi tempat tidur kemudian kubaringkan tubuh Nia dalam keadaan telungkup dipinggir ranjang dengan posisi lututnya menyentuh lantai , lalu kubalikan wajah seksinya kesisi kiri agar tetap terlihat olehKu , kedua tangannya kurentangkan jauh - jauh ke kiri dan kanan.

Tiba - tiba mataku terpaku pada belahan pantat Nia yang sangat dalam , kedua belah bibir pantatnya montok , besar, dan padat , kupukul pantatnya dengan kedua belah tanganKu "plok..plok..plok" kupukul kencang sekali hingga suaranya bergema di kamar , Aku sudah tak perduli….biarpun ada yang mendengar , bekas pukulanku berbekas merah pada pantatnya…."Nia semua bagian tubuh kamu gempal , montok dan padat…bener- bener hebat kamu di ranjang Ni…" kemudian kuselipkan penisKu dibelahan pantatnya kugesek -gesekan persis seperti yang Aku lakukan pada Kakaknya… tapi sensasinya adalah mulai dari ujung sampai pangkal penisKu yang besar dan gemuk itu merasakan kehangatan dan dekapan yang sangat erat pantat Nia…walaupun tidak sehebat kenikmatan payudaranya".tanpa berlama - lama, kuraih lotion kumandikan lagi penisKu dan lobang pantat Nia dengan lebih banyak lotion . …."supaya cepet masuknya" pikirKu…….., tak sabar langsung kutusukan penisKu ke lobang anusnya,…"aaaah,,.masih susah juga.., kuangkat kedua lutut Nia hingga naik ke atas tempat tidur dan kutempatkan di samping tubuhnya, kuselipkan kedua telapak tangannya dibawah betis untuk menjaga agar posisinya tidak berubah , dalam posisi seperti sedang berjongkok ini di lobang anus itu terbuka lebar…kemudian setelah berkali - kali ,kutekan , kucabut , kutekan lagi….lalu kucabut...penisKu "ayoooh dong Ni…"kataku yang mulai kesal sambil menambahkan lebih banyak lotion kedalam lobang anusnya setelah itu Aku coba sampai beberapa kali lalu….. "preeeeeeeeeeeeeeet" suara yang timbul akibat penisKu yang menembus lobang anus .."ooooouuuuohhhhhsssss Niaaaaaaaaaaa" ..ternyata dinding pantatnya lebih kuat menekan penisKu dibanding vaginanya , maka penisKu merasa 2X lebih sulit saat masuk , 2X lebih sakit saat ditarik , tapi 4X lebih nikmat,…..dalam anusnya Aku tidak bisa bertahan lama , dalam sekejap…

"Wooooooooh Niaaaaaaaa..ampuuuuunnnnn nnniiiiiiiiiiiaaaaa…….ahhahaahahhhhh" teriakKu…,tak bisa kulukiskan nikmat yang bisa kurasakan saat itu ,baru sekali ini….Aku kalah berperang dengan seorang perempuan…ini adalah ejakulasiKu tercepat sepanjang hidupKu…….kubiarkan spermaKu keluar di dalam anus Nia., "he..he ..heeebat kamu di tempat tidur sayang….".nyerah gue…" kataku sambil menjatuhkan diri diatas tubuhnya.

Kubiarkan penisKu lemas didalam lobang pantat Nia…, penisKu belum pernah mengalami pegal dan ngilu seperti ini sebelumnya ….. sebentar Aku terbaring telungkup diatas tubuh Nia, kemudian mataku mengarah ke wajah cantik Rani.., tanpa berlama - lama Aku berdiri dan duduk disamping ranjang , disebelah tubuh Rani.., sambil beristirahat , ku gerayangi tubuh Rani,…"Ah..kita cari variasi yuk Ran…" kataku setelah ada ide baru saat Aku menatap kursi kecil didepan meja rias,…,tak Kurasakan lagi rasa ngilu pada penisKu , kuangkat tubuh Rani kubawa ke depan meja rias "enaknya kalo ngentot sama Kamu tuh…terus - terusan ngeliat wajah Kamu yang cantik Ran.."kutelungkupkan Rani ..dengan posisi perut diatas kursi rias, kedua tangannya yang lunglai kubiarkan menjulur kedepan menyentuh lantai begitu juga kepala dan rambutnya yang panjang ,…kubuat posisi kakinya mengangkang, kemudian Aku menuju rambutnya yang sudah terurai tak beraturan , kurapihkan sehingga seluruh helai rambutnya ada di dalam genggaman tangan kiriku,…setelah itu kutarik ke belakang,….sehingga wajahnya yang cantik dan buah dadanya yang indah menghadap cermin didepanKu "Nah…ginikan muka loe keliatan Ran…" kuremas - remas kedua buah dadanya dengan tangan kanan , tanpa terasa si kecilKu menegang ,dan Kulesakan penisKu ke dalam lobang anus Rani , karena lebih mudah dalam posisi ini di banding mencari lobang vaginanya. Dibanding Anus Nia ..Lobang Rani lebih mudah dimasukan , gencatan dinding - dinding anusnya juga tidak terlalu kuat , tapi nikmatnya tidak terkira… apalagi sambil menatap wajahnya yang cantik dan meremas - remas buah dadanya.."aah Ran…enak Kamu Ran…cantik Kamu..ahahnahh"..

Bosan main di anus…kucabut penisKu dan kugendong Rani.., yang masih dalam membelakangiKu ,….kutumpuk dia diatas tubuh Nia yang masih dalam posisi terakhir kutinggal di sisi tempat tidur , kuatur posisi telungkup Rani persis seperti Nia,….setelah posisinya sesuai dengan keinginanKu maka kumasukan penisKu ke dalam vaginanya dengan mudah , dalam posisi seperti ini…,vagina Rani tidak mampu menerima seluruh batang kemaluanKu entah apa ko rasanya mentok cengkramannyapun tidak kuat sebenarnya kalau dibanding wanita lain vagina dan anus Rani mungkin termasuk nikmat tapi karena Aku baru saja mengalami kehebatan adiknya ,sehingga Rani terkesan biasa saja.

Wangi tubuh Rani membawa kenanganKu kebeberapa tahun silam saat setiap malam Aku berdebar - debar masuk ke dalam kamarnya hanya untuk meraba - raba tubuhnya,…..sekarang dia sedang dalam posisi "doggie style" menyerahkan seluruh tubuhnya untuk Aku nikmati,…..kuciumi pundak rambut dan leher Rani sambil terus bergoyang,…."slruup..slruup" ahh Ran ahh …enak yah ahh ..coba … dari dulu Ka..ka.mu pasrah aja kaya gi..ni…" ,setelah beberapa lama Aku juga belum dapat mencapai puncak kenikmatan ,"salah..mustinya loe dulu yang gue ..entot Ran ..baru adik..loe..jadi gue ga bisa bandingin memek loe sama memek punya adik loe.." sesalKu , mataKu kembali mencari tubuh Nia yang berada dibawah tubuh Rani,….."wah enaknya sambil mainin tetek Kamu Nia" …maka kucabut penisKu kuangkat tubuh Rani hingga berada disamping tubuh Nia,,,lalu Aku tarik tubuh Nia dan Aku balikan hingga posisinya celentang,……, berikutnya tubuh Rani kubalikan dan kuangkat , dan kutidurkan diatas tubuh Nia dari arah yang berlainan sehingga , Tubuh Nia dibawah dan Rani diatasnya tidur menyebrangi tubuh Nia , kaki Rani berada disebelah kanan tubuh Nia, punggungnya ada diatas perut Nia lalu kepalanya ada di sebelah kiri, sehingga membentuk simbol ( + ), kuselesaikan petualanganKu dengan Rani " terusin yah..Ran ngentotnya…, sambil gue nikmatin tetek adik loe "….Aku terus menggerak - gerakan penisKu maju mundur di dalam vagina Rani….goyangannya mengakibatkan "payudara Nia bergoyang perlahan kekiri dan kanan"….tak tahan kurebahkan tubuhku diatas tubuh mereka tangan kananKu menggenggam payudara Rani , tangan kiriku meremas - remas payudara Nia sedang bibirKu berjalan - jalan dari payudara dan bibir Nia , lalu ke bibir dan payudara Rani,….

"Rani , Nia ….ehh…ehhh ..kamu berdua , adik kakak memang benar - benar nikmat luar biasa di ranjang ,….apa semua anak Tante Mirna nikmat seperti ini ….apa mungkin turunan dari mamah yahh…" beberapa menit kemudian "aaaaahhhhhh…..Raniiiii….Nia….waahah… wah…" sekali lagi ……teriakan kali ini bukan khayalan …ini alam nyata ,lupakan khayalan tentang tubuh mereka …lupakan koleksi pakaian dalam mereka,…lupakan..foto mereka …, Inilah mereka yang sedang pasrah dibawah tubuhKu Rani dan Nia….lalu "croot..croot…spermaku keluar diatas bibir Rani…nikmat..…..

Tergeletak lemas ketika Aku sadar melihat jam Pk.4.20 Aku tersentak dari tidurKu "Waduuuh bentar lagi Tante Mirna bangun nihhhh gawat…gawat.. kupakai pakaianKu kukeluarkan handuk kecil dan air untuk membersihkan tubuh mereka , kukenakan lagi pakaian mereka , kurapihkan tempat tidurnya,kuatur tidur mereka ke posisi semula kubersihkan ceceran lotion , kukembalikan botolnya ketempat semula…, kumasukan lagi semua perlengkapanKu , " jam 4. 40 yaaahhhh" matikan lampu, keluar kamar , dan kukunci pintunya lagi,..ketika Aku hendak melangkah melewati ruang makan,.."kreekkk" ..suara pintu dibuka dari arah dapur bersih..gawat "Mba Tiul bangun" tak ada waktu untuk lari …maka Aku balikan badan masuk ke kamar mandi ,…."nanti Aku pura - pura keluar dari kamar mandi dan seakan - akan tas pinggangKu berisi peralatan mandi,….pikirKu

Setelah di kamar mandi kukunci pintu , dan dari dalam kunyalakan lampunya…. " Heh…" Aku baru sadar bahwa kamar mandi ini juga sudah berubah…"sudah di renovasi.." kataku mengamati sekeliling,…"Loh ko ada dua pintu…pintu ini kemana yah…" batinKu penasaran….Semenjak tadi siang di rumah Tante Mirna memang Aku tidak pernah masuk kamar mandi .Pintu itu sangat besar dengan gagangnya vertikal yang menandakan itu pintu geser…, iseng - iseng Aku buka perlahan - lahan..sreeettt , dibalik pintu ruangannya gelap ada sebuah lemari di dekat pintu ini , ruangannya seperti lorong pendek tapi diujung sana ada ruangan apa…,tambah penasaran Aku buka lebih lebar lagi , diujung ruangan sana ada jendela menghadap ke jalan sehingga cahaya lampu dari luar masuk ke dalam ,membuat ruangan itu bercahaya remang- remang..lalu dibawah jendela itu ada…

"Hah…..shiiiiiiitttt" cepat - cepat kututup lagi pintu itu dan dengan gerakan refleks kumatikan lampu kamar mandi.."Ohhh please…"di depan jendela tadi ada ranjang diatas ranjang kulihat 2 pasang betis wanita yang satunya tergeletak lurus dan yang diujung sebelah sana terlipat keatas " dan Aku ingat sekali dari bentuknya itu betis siapa, karena baru saja Aku liat tadi sore"…Iyah..Tante Mirna …sebelah ini kamar Tante Mirna …, Aku terduduk diatas kloset… bayangan betis itu tak mau hilang dari otakKu,…jangan sampai besok - besok Aku sudah tidak membayangkan Rani dan Nia, tapi yang terbayang adalah tubuh TanteKu.., "wah runyam"…."Ayo sekarang bentar lagi dia bangun…kapan lagi…"tapi kalau ketahuan gimana …."ahhhh dari pada tersiksa bertahun - tahun lagi..ini bonus..ini durian jatuh.."…….batinKu berperang "Ah ga ah.."kataKu sambil melangkah ke arah pintu keluar.. ….tapi bayangan itu ga mau hilang…" "aaaah what the hell…I’ll take the risk " ,

Kukeluarkan 2 buah handuk kecil "shiiit" yang satu sudah bercampur air ..gimana yah …..tidak kehabisan akal ..kubuka kaosKu…kulilitkan di telapak dan lengan kananKu , kukeluarkan botol cholorofoam , tanpa dapat terlihat karena gelap..kutuangkan ke handuk kecil yang berada di tangan kiri dan kaosKu..banyak sekali .. …mungkin karena nervous…., aroma cholorfoam sangat menyengat…tak tahan botol itu kututup dan kubiarkan dilantai kamar mandi bersama tas pinggangku, sekarang………"buka pintu"…kubuka dengan cepat "sreeeeeeett" suaranya lumayan keras ,….Aku berlari kecil ke arah ranjang , sampai disisi ranjang cepat kucari posisi wajah mereka, dalam waktu singkat kunaiki ranjang dengan bertumpu pada lututKu diantara TanteKu dan ka Nuri "kreek" ….

Tante Mirna bangun.."Sippppp..mmmffpphh ..mpphh"Tante Mirna meronta - ronta , tangan kanan memukul wajahKu "plak" ..dan mendorongKu di dada kemudian ke mukaKu, tangan kirinya berusaha melepaskan tangan kananKu dari wajahnya, "untung Aku pake kaos jadi ga mudah lepas dan tanganku bisa bebas membekap mulut dan hidungnya.., kualihkan perhatianKu ke Ka Nuri tangan kiriku yang berlomba dengan tangan Tante Mirna yang memukul perut ka Nuri berusaha membangunkannya "Pluk" perut Ka Nuri dipukulnya.."Ouchh" Ka Nuri tersentak ,..sebelum Ka Nuri sadar tangan kiriKu sudah membekapnya.."mmmppff" tangan Ka Nuri seperti Rani menggapai - gapai tak jelas arah.."mppffhhh…mpppfhhh,….mmmm..mmmm" Tante Mirna masih saja meronta..tapi dengan tenaga yang mulai berkurang..akhirnya kedua tangannya yang nakal ..jatuh lemas….

Bersambung . . .

Sepupuku Rani dan Nia - 1



Namaku Eki , Aku ingin membagi pengalaman seksku , yang aku alami kira - kira 11 tahun yang lalu , ini adalah pengalaman yang sangat mendebarkan sekaligus menggairahkan buatku.Waktu itu Aku masih kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jakarta usiaku 23 tahun , tinggi 175 cm berkulit sawo matang badanku atletis karena kegemaranku berolahraga bola basket , selain menjadi team inti di kampusku aku juga tergabung dalam sebuah club basket yang cukup diperhitungkan pada waktu itu.

Bagiku masa - masa itu tidaklah sulit untuk mencari pacar , karena selain luasnya pergaulanku , aku juga termasuk orang yang berada , aku memiliki kendaraan pribadi sebuah mobil Jeep buatan Amerika dengan modifikasi yang sedang trend masa itu.

Seringnya Aku bergonta - ganti pacar , ataupun teman kencan wanita yang bisa aku ajak tidur, dari berbagai
macam profesi dan kalangan dari mulai teman sesama mahasiswa , cheerleaders , model dan cover girl majalah , pramugari sampai dengan artis figuran , mereka selain cantik - cantik juga memiliki permainan - permainan seks yang luar biasa bahkan sama sekali diluar semua pengetahuan dan fantasi seksku…..,Tapi siapapun dan apapun yang aku lakukan dalam petualangan seks Ku tetap saja hasrat birahiku tidak pernah terpuaskan , karena adanya dua orang gadis yang selalu ada dalam otakku dan darahku yaitu Rani dan Nia yang selalu aku bayangkan wajah dan tubuhnya dan aku sebut - sebut namanya saat aku sedang berhubungan seks dengan semua wanita , mereka sangat menggiurkan , entah kenapa…. begitu terobsesinya aku sampai - sampai suatu ketika aku pernah memaksa mengganti nama - nama wanita yang sedang Kutiduri dengan nama Rani atau Nia,….. terserah apa yang ada dalam pikiran teman kencaKu itu , aku tidak perduli yang penting rasanya nikmat menyebut nama Rani dan Nia saat berada di puncak ejakulasiKu , andai saja Aku bisa benar - benar menelanjangi , menjamah , menjilati setiap jengkal tubuhnya dan memasukan penisku kedalam vagina Rani dan Nia di alam sadarKu .Tapi apa daya mereka berada diluar jangkauanku, mereka adalah anak dari tante Mirna dan om Iwan, adik dari orangtuaku….yah…Rani dan Nia adalah sepupuku.

Tante Mirna orangnya angkuh selau merasa setiap orang dapat diaturnya ,tapi diluar itu untuk seusianya tubuh tante Mirna masih bagus, kencang dan gempal pantat dan buah dadanya masih terlihat kencang sekali ,mungkin ini yang menurun kepada anak - anaknya , rambutnya hitam dan ikal,hidungnya kecil dan mancung bibirnya yang tebal membuat wajahnya terlihat sedikit nakal , sedangkan Om Iwan walaupun tidak tinggi untuk ukuran laki - laki tapi wajahnya tampan, mereka memiliki 6 orang anak yang semuanya cantik dan seksi , yang paling besar namanya Ka Icha 29 tahun sudah berkeluarga mempunyai 2 orang anak, kedua Ka Sita 27 Tahun juga sudah bersuami , kemudian Ka Nuri 25 tahun ,yang keempat Ka Intan 24 tahun , kelima Rani 23 tahun dan sibontot Nia 21 tahun , yang membedakan Rani dan Nia dari kakak - kakaknya adalah daya tarik seks mereka yang sangat tinggi , walaupun sebenarnya kalau dilihat dari sudut pandang orang lain mereka berdua tidak lebih cantik dan seksi dari semua wanita yang pernah kukencani.

Kalau aku gambarkan Rani yang usianya hanya lebih muda beberapa bulan dariKu , tinggi badanya hanya sekitar 160 cm wajahnya bersih dan cantik sekali ,rambutnya yang hitam panjang sebahu matanya bulat dan sangat indah bibirnya tipis seksi ,dia memiliki hidung mancung Tante Mirna, kulitnya putih tangan dan kakinya ditumbuhi bulu - bulu halus yang jelas terlihat karena kulitnya yang sangat putih ,Aku sering menghayalkan andai aku bisa membelai bulu - bulu halus itu dari betis lalu naik ke paha…dan naik terus ketempat terpenting dari organ tubuh Rani….., buah dadanya tidak terlalu besar , pinggangnya kecil dan pantatnya montok . Nia lebih pendek dari Rani tingginya 158 cm rambutnya hitam kecoklatan yang panjangnya hanya menutupi lehernya yang putih dan menggemaskan matanya bulat bibir bagian bawahnya agak tebal.. seksi.. ,entah apa rasanya memasukan penisku kedalam mulutnya , kulitnya putih pucat seperti kulit mamahnya , buah dadanya besar ,montok, bundar , terlihat sangat padat dan menantang , kalau dia sedang menggunakan T-shirt begitu terlihat bentuk indah buah dadanya tak kuat aku melihatnya ingin rasanya meremas dan menaruh penisku diantara dua belah gunung yang mengemaskan itu , kakinya begitu putih dan padat dari pengalamanku tipe kaki seperti ini sangat kuat bermain di tempat tidur ….dengan pinggang yang kecil tapi pantatnya padat , besar dan montok ( kata orang pantat bebek )…..aaah nikmatnya kalau bisa melakukan doggie style dengan Nia……. bagiku mereka adalah Fantasi seksku tertinggi.

Hasratku pada mereka dimulai pada saat aku masih di SMP, waktu itu tubuh mereka belum sempurna seperti sekarang , tapi tidak tahu kenapa ?, ada setan mana yang masuk ke tubuhku ?, atau karena dalam masa puberKu sering sekali Aku mengintip posisi tidur salah satu dari mereka saat menginap dirumahKu dari jendela kamar adik perempuanKu yang sebaya dengan mereka sambil memegang penisku.Saat - saat seperti itu sangat menyiksaKu, ini berlangsung beberapa bulan sampai suatu malam aku memberanikan diri untuk memasuki kamar adiku karena saat itu Nia sedang menginap di rumah , masih ingat waktu itu pukul 1.30 malam ,Aku dengan mengendap - ngendap membuka pintu kamar adiku yang tidak pernah dikunci , tipe tempat tidur adiku memiliki kasur tambahan dibawahnya yang bisa keluar masuk seperti laci.

Nia tidur dibawah sendiri , memakai daster panjang dan berlengan pendek , posisi tidurnya miring kaki kanan memeluk bantal sehingga seluruh bagian betisnya terlihat jelas sementara kaki kirinya lurus , wajahnya seksi sekali…, lama aku tertegun di ujung tempat tidur sambil beberapa kali menelan air liurku, dan akhirnya kuberanikan diri untuk menarik dasternya lebih keatas sedikit dan terlihatlah paha yang putih , dengan tanganKu yang gemetar dan berkeringat kusentuh ujung paha bagian luar …..ooooh halus sekali , karena Nia tidak bereaksi maka kuturunkan tanganku untuk menyentuh paha bagian bawah…., "wah..sudah tidur pules nih" .., maka kusingkapkan lagi dasternya sedikit demi sedikit hingga celana dalamnya yang berwarna kream terlihat jelas…, nah sekarang aku bisa bebas mengelus dan menjamah paha yang lembut dan wangi sekali itu…., berikutnya keberanianKu bertambah..kutarik bantal yang dipeluknya hingga kedua belah kaki yang mulus bisa kujamah perlahan ,ingin rasanya berbuat lebih tapi.."ah..takut bangun" sampai akhirnya aku sampai di antara kedua paha , kutarik tubuh Nia perlahan supaya posisi kakinya agak mengangkang ….tapi tiba - tiba dia bergerak sambil bergumam…iiihhh ..gumanya ..wah spontan aku kaget kemudian lari dan bersembunyi dibalik lemari pakaian ….kira - kira sepuluh menit aku disitu aku berfikir "ah Cuma ngigau….kalau dia bangun pasti dia sudah bisa melihatku saat aku lari tadi."

Maka aku kembali mendekati tempat tidur ah…posisi tidur Nia sekarang celentang …dengan kaki kiri ditekuk keatas …"wah makin gampang dong"… , tapi dasternya sudah kembali turun menutupi setengah paha,….maka perlahan aku tarik lagi keatas sampai cd nya terlihat jelas maka kuciumi perlahan vaginanya yang masih terbungkus celana dalam.."ah….coba bisa kubuka celana dalam ini " ……puas dibawah aku keatas kesentuh buah dadanya dari bagian luar daster karena waktu itu Nia masih kelas 1 SMP maka semua bagian penting tubuhnya masih serba kecil, kusentuh dengan lembut dua payudara yang menggoda , dan dengan nekat aku susupkan tanganku melalui bagian leher daster untuk menyentuh sedikit saja buah dadanya …Oh Nia lembut sekali , karena lampu di kamar tidak dimatikan maka bisa kulihat pentilnya yang merah muda.

Tidak sadar ternyata jam sudah menunjukan jam 3.00 pagi maka tanpa merapihkan pakaian Nia aku langsung keluar kamar dan masuk kekamarku , kemudian melakukan onani…sambil membayangkan apa yang baru saja aku lakukan, setelah puas aku terbaring di kamar.. sambil melamun "wah kalau kakanya Rani seperti apa yah…."

Suatu hari Aku pulang dari main basket di sekolahku karena rumah Tante Mirna dekat dengan rumah teman - temanku yang lain maka aku pulang menumpang salah satu temanku yang dijemput sopir, tidak lama aku mampir dirumah Tante Mirna sambil ingin melihat Rani atau Nia "eh.. Eki sahut Tante Mirna mau nginep disini.."…."engga ah tante Eki mau pulang …."jangan ah ki…inikan sudah jam setengah delapan udah nginep disini aja besokkan hari minggu" waktu itu Rani , Nuri dan Intan sedang ada di rumah kecuali Nia yang sedang berlibur ke rumah kontrakan Ka Icha dan Ka Sita yang bersekolah di Bandung "Iyah nginep aja" sahut Ka Nuri , kamu tidur di kamarku aja biar Ka Nuri tidur sama Ka Intan…..akhirnya aku setuju.." di rumah Tante Mirna ada 4 kamar , kamar tante Mirna dan Om Iwan , dan kalau anak - anaknya semua sedang berada di rumah ,Ka Intan tidur berdua Ka Icha , Ka Nuri sekamar dengan Ka Sita , yang terkahir kamar Rani dan Nia, "Wah aku akan coba masuk kamar Rani yang tidur sendirian malam ini".

Malam itu aku tidak bisa tidur lagi sebentar - bentar aku melihat jam .."wah lama sekali sih….." aku tadi memperhatikan Rani masuk kamar jam 9.00 malam pasti dia sudah tertidur lelap dia…, dan sekarang sudah jam 11.00 , tapi ruang tengah masih terang om Iwan masih nonton TV. Akhirnya aku tertidur..tiba- tiba Aku terbangung dan melihat jam sudah jam 2.30 pagi..wah bisa gagal , Aku keluar kamar ka Nuri yang berada diatas, turun tangga kemudian melewati ruang tengah ….,sesampainya di depan kamar Rani kulihat cahaya lampu dari dalam kamarnya yang berasal dari lampu tidur…., perlahan - lahan kugerakan kaca yang ada disamping pintu yang masih menggunakan kaca "Nako" ……setelah kaca terbuka cukup untuk aku masukan tanganku ,kugeser tirai yang menutupi jendela…

Wow.. pemandangan indah kulihat Rani yang tadi memakai daster pendek , sudah tertidur pulas dengan memperlihatkan seluruh bagian kakinya yang putih mulus karena dasternya yang sudah tersingkap ke atas sampai ke celana dalamnya yang berwarna coklat…., setelah tertegun sebentar , tanganku beralih ke sebelah kiri meraih kunci pintu lalu membukanya .."klik".."klik"…..lalu perlahan - lahan aku masuk kamar Rani yang harum sekali…..sambil berjongkok disamping tempat Rani tidur , kuperhatikan wajah sepupuKu yang cantik…lalu pandanganku beralih ke bawah…sampai ke kakinya ….disitulah aku mulai tergila - gila dengan kaki Rani , kusentuh dengan berhati - hati kaki yang ditumbuhi bulu - bulu halus yang tersusun rapih….kakinya lembut , harum dan halus , terus kujamah - dari ujung kaki hingga pangkal pahanya ….lalu kubenamkan perlahan hidung dan mulutku diatas vaginanya yang terbungkus celana dalam …"Wah ko..memek kamu ga setebal Nia yah Ran…" bisiku…lalu aku beralih ke buah dadanya , pada waktu itu buah dada Rani lebih besar dari Nia karena Rani usianya lebih tua wajar saja kalau payudaranya sudah tumbuh ,…lain halnya dengan Nia ..pentil Rani berwarna coklat muda.Setelah puas aku keluar kamar Rani menutup kembali Pintu dan seperti biasa melakukan onani di kamar mandi.

Kejadian ini berlangsung bertahun - tahun aku selalu melakukan ha yang itu - itu saja terhadap Rani dan Nia berulang kali…ingin sekali mendapatkan lebih tapi Aku sangat takut mereka bangun ditengah - tengah "aksiku" karena kondisi inilah maka suatu malam hal yang sangat Aku takutkan menjadi kenyataan, waktu itu aku sudah duduk di bangku SMA kelas 2 , malam itu aku menginap di rumah Tante Mirna…., Waktu itu seperti biasa Rani tidur dengan Nia di kamar mereka …

Malam itu Aku punya "program baru" yaitu mengeluarkan penisKu dan menempelkan ke pantat , buah dada , bibir , serta "memaksa" mereka mengocok - ngocok "barangKu" dengan tangan mereka , sasaran pertamaKu adalah Nia rencana menggesekan penisku ke pantat Nia gagal karena dia berbaring celentang…jadi sasaran langsung ke arah dada Nia,Ku lalu kutepuk - tepukan "penisku diatas gundukan buah dadanya yang tertutup T-shirt , lalu kugesek - gesek perlahan si "helmKu" di permukaan bibirnya , pindah naik merasakan rambut Nia menyentuh penisKu , kemudian menyerahkan si "batang dan bijiKu" ke dalam geggaman telapak tangan Nia…, selesai Nia …,pindah ke Rani "nah Ran.. sepertinya kamu sudah siap nih" …Rani tidur miring menghadap Nia…."wah menuku di tubuh Rani bisa lengkap dong" .Berturut - turut dari bibir , buah dada , rambut tangan, sama seperti yang dialami Nia berjalan lancar, Rani memang gemar tidur dengan menggunakan daster pendek , sehingga malam itu dengan posisi miring dibelakang tubuh Rani ,Aku bisa bebas menempatkan penis Ku diatas celana dalamnya dan sedikit terkena kulit pantatnya, saking nikmatnya dengan pengalaman ini , timbulah ide baru kujepitkan "batangKu" diantara paha Rani tepat dibawah vaginanya sehingga terasa nikmat seperti benar - benar sedang berhubungan seks dengan Rani.., kupeluk dia dari belakang sambil menempelkan tangan kananku di dadanya yang indah, bisa kurasakan dan kumainkan pentilnya., harum tubuhnya semakin membuatKu bernafsu.. …, maka tanpa disadari goyangan pantatKu semakin cepat , kedua tanganKu tidak lagi menempel tapi meremas payudaranya dan pantatnya yang padat, "oooh..Rani..enak..enak Ran.."gumamKu tanpa sadar , ..tiba - tiba di bergerak dan terbangun, sikut lengan kanannya "menghajar tulang rusukKu" ..setelah itu dia berbalik mencoba melihat siapa yang sedang menggerayangi tubuhnya…Aku terloncat dan berdiri sambil menaikan celanaku , sambil terduduk di tempat tidur…. Dia membentakku…"Eki apa yang loe lakuin….ngapain loe masuk - masuk ke kamar gue …." Spontan saja aku lari keluar kamar tanpa menjawab .

Pagi - pagi sekali hari itu Om Iwan membangunkan Aku ….dan langsung menceramahi Aku dengan lembut tapi tante Mirna sangat emosi mungkin tidak rela Aku menikmati tubuh anaknya walaupun hanya "menggesek - gesekkan pen…" …dia juga mengancam akan melaporkan ini kepada orangtuaku…" setelah menerima semua caciab dan makian Tante Mirna, Aku berangkat bertanding …tak kulihat lagi wajah Rani….pada saat Aku keluar rumah tante Mirna…yang ada hanya Ka Icha yang memandangku dengan sinis sementara Ka Nuri masih berbaik hati mengantarku sampai ke pagar.

Hari - hari setelah kejadian itu membuat hubunganku dengan keluarga tante Mirna agak sedikit renggang ……., tapi bukannya Aku menyadari kesalahan , tapi malah sebaliknya Aku semakin tergila - gila dengan tubuh Rani dan Nia,apalagi saat Rani dan Nia sudah memasuki perguruan tinggi , wajah Rani bertambah cantik lekuk - lekuk tubuhnya semakin menjadi, sementara Nia ,buah dadanya semakin membesar, aku tidak tahu berapa ukurannya tapi dengan memakai blouse ataupun kemeja yang longgar saja buah dadanya amat sangat menonjol,semakin gempal , besar dan bulat ,pantatnya semakin montok. Kesimpulannya kalo soal wajah Rani jauh lebih cantik dari Nia, tapi soal ukuran buah dada , pantat dan bentuk bibirnya yang seksi Nia sulit dikalahkan oleh Rani. Karena itu rumah Tante Mirna selalu ramai didatangi laki - laki , yang mencoba mendekati anak-anaknya , tapi dari sekian banyak yang datang ,yang paling banyak dicari adalah Nia kemudian baru Rani, walaupun mereka berdua telah memiliki pacar tapi tidak mengurangi semangat laki - laki lain untuk mengantri berusaha merebut perhatiannya ,keliatannya Rani dan Nia termasuk perempuan - perempuan yang setia, Ah… andai saja mereka itu bukan sepupuku maka Aku akan berada dalam antrian itu.

Pernah Aku mencoba menyatakan rasa sukaku pada salah satu dari mereka setelah hubungan kami sudah membaik ,dengan harapan bisa mengencani mereka seperti layaknya wanita - wanita lain dalam hidupku tapi…bentakan Rani ,apalagi cacian dan makian Tante Mirna , beberapa tahun yang lalu membuat Aku hatiKu ciut dan tidak berani lagi macam-macam.

Hidupku benar - benar tersiksa terutama saat Aku bertemu dengan mereka, penisku selalu menegang dan angan - anganKu pun melayang - layang membayangkan apa yang ada dibalik pakaian mereka .
Rasa frustasi itu membuat Aku diam - diam sering mencuri celana dalam dan bh dari dalam lemari pakaian mereka untuk Aku bawa pulang dan melakukan onani dengan celana dalam ataupun bh mereka sambil menatap wajah mereka dari foto - foto yang Aku miliki terkadang ditambah memutar film BF…"oooooh nikmatnya"….kamu..Rani…, Nia..hebat sekali kamu…. entah berapa pasang koleksi pakaian dalam Rani dan Nia yang ada di dalam kamarku yang semuanya pernah terkena cairan spermaku….itu pun tidak berlangsung lama…..karena ini tidak akan pernah memuaskan birahiku…..

Kemudian Aku melampiaskannya kepada perempuan - perempuan lain yang bisa Aku kencani,…., tapi itu juga tidak banyak membantu saat aku sadari dalam alam nyata , mereka tak tersentuh olehKu…..mereka hanya bisa Aku sentuh dalam khayalan …, di alam sadar Aku hanya dapat menikmati setiap lekuk tubuh mereka yang terbungkus rapat pakaiannya , apalagi setelah kejadian tersebut tante Mirna dan anak - anaknya selalu memandang Aku dengan tatapan sinis , dan dari mulai pakaian , sikap dan gerak- gerik tubuh mereka sangat berhati - hati terutama kalau Aku ada di dekat mereka , mereka tidak memberikan sedikitpun kesempatan padaKu untuk mencuri kesempatan menikmati keindahan tubuh mereka dari sela - sela pakaian mereka yang tersingkap, seakan - akan tubuh mereka menertawakanKu…dan berkata "berkhayallah terus Ki ….", Tingkah laku dan perlakuan mereka padaku membuat Aku semakin bergairah kepada mereka dan semakin memutar otak…agar "merasakan tubuh Rani dan Nia bukan impian lagi"…………………

Sampai suatu hari setelah aku pulang kuliah, di tempat biasa aku nongkorng…di kawasan Jakarta Pusat ,aku "ngerumpi" dengan Kenny atau yang biasa dipanggil "Akun" karena Ibunya pemilik Apotik terkenal di Jakarta dan Ayahnya dokter Anasstesi (mudah-mudahan bener nulisnya), Akun sangat terkenal diantara teman - temanku , dia kuliah di fakultas kedokteran ….Akun sering merawat siapa saja dengan obat - obatan yang dimilikinya untuk berbagai macam penyakit, dari mulai penyakit turunan , kambuhan , kelamin , obat kuat sampai dengan cari penyakit….maksudnya selain memberikan pengobatan Akun juga sering mengkonsumsi obat - obatan dengan beberapa temannya untuk "teller"…….nama "Akun" diambil dari salah satu nama tukang obat di daerah Jakarta Barat, karena Akun lebih terkenal sebagai tukang obat dibandingkan menjadi calon dokter.

"Ki….. wah kemaren tuh cewe yang gue kenalin ke elu…khan sok jual - jual mahal , udah gue beliin segala macem masih juga sok ga mau gue gituin" cerita si Akun tiba -tiba sambil agak teler……
"Trus kemaren loe sama dia kemana"..? tanyaku….
"Iyah kita makan siang di lantai atas H*****E , pas dia ke WC, hehe….gue campurin aja obat tidur di dalam minumannya karena jam segitu H******E khan sepi banget jadi ga ada yang liat….biarin aja biar dia tidur terus jadi bisa gue kerjain"…kata Akun sambil menggebu - gebu…
"Teruss..terus"….tanyaku penasaran….
"Iyaah……..tapi sehabis dari wc kita ngobrol - ngobrol lagi …ternyata obrolan kita jadi serius disitu gue tau kalo di suka sama gue dan dia ga mau gue main - mainin jadinya dia ga mau gue apa-apain sebelum jadian….akhirnya kita kemaren jadian deh…"lanjut Akun…sambil tersenyum khas……………..
"Yah…tapi dia udah minum belum minumannya yang elo kasih obat tidur" tanyaku…
"Ya udah………gue juga bingung … obat tidurnya cepet bereaksi..setelah dia bilang mau jadi cewe gue …dia pingsan di meja makan Ki…., apes jadi ga tega gue karena diakan sekarang cewe gue …, jadinya gue kebagian gendong dia doang… pulang kerumah…"apes…apes.
"Ha…ha…hahaha" Aku tertawa terpingkal - pingkal….".otak loe kebanyakan isinya pil koplo sih"…, tapi sejenak tertawaku terhenti karena Aku mendapat ide hebat .
"Eh….Kun…ngomong - ngomong soal obat tidur …gue juga punya masalah sama seperti loe khun…bagi dong obat tidurnya.
"Iya boleh deh….gue masih nyimpen tuh di laci mobil obat tidurnya ambil aja Ki…"
"Bukan obat tidur begituan yang gue pengen kun….." sanggahKu
"Apaan dong" Tanya Akun sambil mengerutkan dahinya.
"Itu loeh obat bius yang cair….yang kaya di film-film taro di saputangan sekali bekep langsung orang itu pingsan"kata ku ..
"Gile……mau ngapain loeh…sakit juga loeh…" Akun terkaget - kaget….
"Mau bantuin Gue Ga….jangan banyak cingcong deh"
"Ga ah…susah dapetin gituan sih…ga mungkin bisa Gue" jelas Akun…

Singkat cerita , Aku berhasil membujuk Akun mencarikan "barang" yang Aku maksud walaupun Aku harus mengorbankan mobilKu untuk dipinjamkan kepada Akun yang akan pergunakannya untuk "sprint rally" serta mengangganti semua biaya kerusakan mobilKu setelah dikembalikan , ditambah biaya pembelian "Obat tersebut"sebesar 5 juta rupiah,dan ini berarti Aku harus menguras seluruh tabungan dan berurusan dengan seorang lintah darat bernama "Gito" .semua ini Aku sanggupi ,karena otak sehatku sudah tidak bisa berfikir karena dorongan nafsu birahi yang bicara.,

"Ok deh Kun"… kita sepakat dan 4 hari kemudian Aku dan Akun bertemu di tempat yang sama sesuai perjanjian Akun membawa sebotol kecil berwarna coklat tua…yang tidak ada tulisannya …"Apa ini Kun…" Tanya ku …"itu namanya cholorofoam isinya 50 ml"..jawab Akun…"Ko ga meyakinkan gini ga ada tulisannya lo ga bohongin gue"….."udah deh percaya…kapan pernah gue bohong".. "Ok Kun kalo sampe loe bohongin gue , dan hidup gue brantakan gara - gara loe…..gue janji akan cari loe kemana aja…gue akan buat hidup loe sama - sama berantakan .." ancamKu…."Hehehe….berapa taun sih kita kenal man….masa gue segitu jahatnya sama loe" Akun mencoba meyakinkan Aku.

Setelah Aku mendapatkan senjata untuk membuat semua mimpi dan khayalanku menjadi kenyataan,Aku tidak langsung beraksi , tapi kali ini Aku berusaha bersabar untuk menyusun rencana yang lebih matang.Ada beberapa kendala yang harus Aku fikirkan . Langkah pertama Aku mulai membuat peta situasi di rumah tante Mirna ,karena selain sekarang aku jarang kesana , terakhir rumah Tante Mirna mengalami renovasi.., saat suatu pagi Aku berkunjung ke rumah Tante Mirna dan hanya ada Mba Tiul pembantu mereka yang baru 2 tahun bekerja disana , dari Mba Tiul Aku dapatkan banyak informasi , Ka Icha dan Ka Sita sudah tidak tinggal disitu mereka menetap di Bandung.

Kamar Rani dan Nia di bawah sudah mengalami renovasi diperbesar dan kaca nakonya sudah tidak ada lagi ini menyulitkanKu Aku harus dapat membuka kunci dari luar , tapi untungnya kunci pintunya tidak mengalami perubahan masih dengan tipe lama dengan lubang kunci yang besar dan tidak ada tambahan kunci grendel atau jenis lain di dalam setiap kamar., sementara Ka Intan dan ka Nuri tidur di lantai atas di kamar mereka masing - masing, kondisi saat ini tidak memungkinkan aku untuk menginap dan menggunakan salah satu kamar dari ka Intan atau ka Nuri sebab tipe tempat tidur single bed yang mereka pergunakan , sehingga tidak mungkin lagi salah satu dari mereka, berpindah untuk tidur berdua di salah satu kamar.Ditambah lagi saat weekend Ka Icha atau Ka Sita sering datang dan menginap bersama keluarganya…."wah makin sulit nih"…. …., akhirnya Aku memasuki semua kamar tidur yang ada di rumah Tante Mirna untuk mengantisipasi, Aku meminjam semua kunci pintunya tanpa sepengetahuan Mba Tiul, " .Mba Tiul Aku ke rumah temen dulu yah titip mobil yah…." KataKu …. kemudian Aku berlari ke tukang kunci terdekat untuk menggandakannya dan kembali ke rumah Tante Mirna untuk mengembalikan kunci - kunci tersebut ketempat semula.

Sambil menunggu kesempatan Aku sering berlatih untuk dapat membuka kunci pintu dari luar dengan kondisi di dalam lubang kunci tersebut masih tergantung anak kunci dari sisi dalam. Tiga bulan berlalu akhirnya kesempatan itu datang juga Aku mendapat kabar Om Iwan …sedang pergi bertugas keluar negeri dan membawa Ka Intan yang baru beberapa hari saja menjadi seorang sarjana. " Ini kesempatan bagus…batinKu.." , hari Rabu siang Aku mendatangi rumah tante Mirna dengan rencana yang sudah tersusun matang Aku menemui Tante Mirna

"Tante Mir….Saya punya masalah nih sama temen yang tinggalnya di deket rumah Tante di Jl. T******T ,V no. 6, dia janji mau bayar utang ke saya beberapa hari yang lalu tapi sampai hari ini dia menghilang , kalo di telpon ga pernah ada dan tadi Saya datangin rumahnya pembantunya bilang dia belum pulang" ceritaku panjang lebar……
"Terus..gimana"kata Tante Mirna judes…, memang sekarang Tante Mirna selalu judes dan sinis kalau berbicara denganKu…..
"Yah maksud Eki …karena uangnya sangat Eki perluin buat bayar kuliah , minggu ini terakhir..tante,…kalau ga nanti Eki ga dikasih ikut ujian…jadi hari ini Eki mau tungguin dia terus , Eki akan bolak - balik kerumahnya sampai nanti malem …., tapi masalahnya Eki ga bisa pake mobil ke rumahnya kalau dia liat mobil Eki pasti dia udah kompakin pembantunya…, jadi Eki akan bolak - balik jalan kaki….mobil Eki titip di rumah Tante Mirna, kalau sampai dia ga bisa Eki temuin malem ini , besok pagi - pagi sekali Eki akan tongkrongin di deket rumahnya …jadi begitu dia keluar rumah pagi - pagi Eki bisa cegat dia…"
"Ooh…..gitu" kata Tante Mirna Acuh….
"Tapi masalahnya biar Saya ga kesiangan dan kejauhan ke rumah dia , Eki mau numpang nginep disini Tante…" kataKu lagi
Tante Mirna mulai menatapku tajam "mmmh…" , entah apa maksudnya Aku mulai memelas "boleh yah … Tante …", sialan Aku harus memelas seperti orang bego begini…"Ya udah kamu bisa tidur di kamar ka Intan"…Kata Tante Mirna sambil masuk ke kamarnya…Wahhh..sialan loe Mirna…benar - benar Aku dianggap maling…, tapi ga apa - apa yang penting sudah dapet kesempatan…

Malam itu di rumah Tante Mirna , Aku memulai sandiwaraKu , Aku bolak - balik keluar masuk rumah , dengan berjalan kaki aku berkeliling - keliling tidak jauh dari rumah Tante Mirna , sampai akhirnya jam menunjukan jam 10 malam Aku kembali ke rumah Tante Mirna…, sampai di ruang tengah Aku jumpai Tante Mirna di ruang tengah sedang nonton TV sambil tiduran di karpet dengan posisi kaki kanannya dilipat ke atas ,sehingga dasternya tersingkap ke bawah dan mempertontonkan pahanya yang gempal dan putih mulus, … dia tidak melihatKu datang karena posisinya membelakangiKu..sejenak aneh…darahku mendesir melihat pemandangan itu kemudian
" Tante.."..sapaKu..
"eh …gimana ketemu..?"balasnya sambil dia cepat - cepat memperbaiki posisi duduk dan menutupi pahanya yang mulus itu dengan dasternya.
"Payah tante ga ketemu juga …yah paling besok pagi deh"…jelasKu…
"Oooh…." di ruang itu ada Nia yang sedang menemani tante.., Nia memakai T-Shirt putih dengan celana pendek putih yang panjangnya sedengkul dengan bahan kaos , tatapannya tidak beralih dari layar TV seakan mengacuhkan kehadiranKu.., "Wah betisnya makin gempal saja"…posisi duduknya membuat celananya yang tipis tertarik sehingga memperlihatkan bentuk paha dan vaginanya..,kemudian Aku alihkan pandanganKu ke arah dadanya , buah dadanya sangat bundar seakan - akan minta dilepaskan dari kaos itu sehingga dua gunduk daging yang indah itu bisa bebas bergoyang - goyang bebas…"mmmh Aku akan menikmati tubuhmu malam ini Nia ,..tunggu yah dikamar" kataKu dalam hati……, setelah puas menikmati tubuh Nia Aku mengambil posisi duduk tidak jauh dari Tante Mirna …entah apa acara TVnya otakKu melayang - layang tak sabar menunggu nanti malam…., tiba - tiba ,..Rani datang …
"Hai….semua" dia menyapa , dia datang bersama seorang laki - laki dibelakangnya, pacarnya…!!,
"eh Ki" sapa Rani , "Wah cantik bener sih kamu "bisiku dalam hati..,
"Apa kabar Ran….hey Bin…" sapaku pada Rani dan pacarnya , "Mah…Aku bawa film judulnya "You Got Mail" bagus deh nanti kita nonton sama - sama yah…Saya besok khan ga ada kuliah …lanjut Rani…"Wah gawat" kata Ku dalam hati mau tidur jam berapa mereka..bisa bubar rencana gue…
Kira - Kira ½ jam kemudian Ebin, pacar Rani pamit pulang…..Rani dan Nia masuk kekamar , tak lama setelah itu Rani kembali ke ruang tengah dengan memakai daster hijau bertangan pendek, "wah bulu - bulu itu ..,nanti malam Kamu akan kujilati dari jempol kaki sampai ke ujung rambutmu.."batinKu….Rani langsung memutar cassette video yang dibawanya , di ruang tengah sudah ada Ka Nuri yang ikut bergabung, hanya Nia yang sudah tertidur di kamarnya.1 jam lamanya Aku berada di ruang tengah , Jam 12 Aku pamit tidur.Sambil jalan Aku berfikir "Wah gawat nih kalau sudah begini mereka akan tidur malam … kalau Aku membius Rani dan Nia, mendekati pagi maka ulahKu akan ketahuan,… karena menurut Akun ,sikorban baru akan sadar 4 sampai dengan 5 jam setelah dibius ,….kalo Aku lakukan baru jam 3 pagi maka mereka baru bangun jam 7 atau jam 8 , …tidak mungkin Tante Mirna dari dulu bangunnya jam 5 pagi untuk senam, dan itulah yang menyebabkan tubuhnya tidak kendur dan tetap indah di usianya……, jam ½ 6 Tante Mirna akan membangunkan anak - anaknya untuk kemudian mereka melakukan senam bersama - sama." ……" hancur..deh" .

Di kamar Ka Intan Aku terus memasang kupingku untuk mengetahui perkembangan di ruang bawah sambil berpura - pura tidur , kamar sengaja tidak Aku tutup rapat kira - kira jam 1 Pagi , Aku dengar suara pintu yang ditutup dan dikunci , "bruk…klik ..klik…bruk klik…klik ", ada 2 pintu yang baru saja ditutup , tapi aku heran tidak mendengar Ka Nuri masuk ke kamarnya …"wah tidur sama siapa dia….."tambah runyam aja…, Aku akan tunggu 1 ½ jam untuk beraksi agar semua sudah tertidur pulas , ini merupakan 1 1/2
jam yang sangat lama dan menggelisahkan dalam hidupKu,…tepat jam 2 .15 , aku mengeluarkan tas pinggang dari dalam tas ranselku, Aku memasukan semua perlengkapanKu kedalam tas pinggang tersebut , 2 buah handuk kecil , 1 botol cholorofoam , 1 botol kecil air putih , 3 buah anak kunci pintu dan 1 set obeng kacamata . setelah semua lengkap kuikatkan tas tersebut ke pinggangKu malam itu Aku memakai T - shirt dan celana pendek basket warna biru …, perlahan - lahan

Aku keluar kamar lalu menutup pintunya kembali dan menguncinya….saat melewati kamar Ka Nuri ..benar saja dia tidak tidur dikamarnya "wah dimana dia"………, kuturuni tangga yang sedikit menimbulkan suara karena terbuat dari besi, dengan mengendap - ngendap menuju kamar belakang melewati kamar Tante Mirna …., sesampainya di depan kamar Rani dan Nia , Aku berhenti.."Wah gelap bener…mereka tidak menyalakan lampu tidur" untungnya masih ada cahaya dari lampu kecil yang ada di dinding ruang makan yang bersebelahan dengan kamar mereka,…..., kutempelkan telingaku di pintu kamar mereka .."rasanya aman"…kemudian Aku berjongkok mengintip dari lubang kunci…."Wah anak kuncinya mereka cabut dari dalam..hehehe.."maksud mereka mungkin melakukan tindakan pencegahan..takut dengan berbagai cara Aku bisa mendapatkan kunci tersebut , padahal tindakan mereka makin memudahkan pekerjaanKu, kubuka tas pinggangku untuk mengambil anak kunci yang masing - masing sudahku beri tanda dengan stiker scothlight berwarna "Aku ambil kunci dengan stiker warna biru…"

Ku masukan perlahan - lahan kedalam lubang kunci …,malam itu dirumah Tante Mirna benar - benar sunyi tak ada sedikitpun suara hanya ada suara gemetrak yang berasal dari lubang kunci itu "klik…klik.. kreek ..krek.. krek" suara kunci yang kubuka dan tangkainya yang kutekan kebawah ,….terbuka sudah pintunya saat perlahan - lahan Aku dorong pintu tersebut kedalam menimbulkan suara "tek..tek..tek..tek..tek" setelah cukup terbuka untuk Aku masuk , dengan berjalan merangkak perlahan - lahan Aku masuk kamar mereka , pintu sengaja kubiarkan terbuka sedikit agar ada cahaya masuk…."gelap sekali di kamar ini …"setelah merangkak beberapa meter sampailah Aku di sisi kiri tempat tidur.

Bersambung . . .

Ibu mertuaku yang pemarah - 2



Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, aku menurunkan badanku secara perlahan-lahan dan ketika melewati dadanya kembali kuciumi serta kujilati payudara ibu mertuaku yang sudah tidak terlalu keras lagi, setelah beberapa saat kuciumi payudara ibu, aku segera menurunkan badanku lagi secara perlahan sedangkan ibu mertuaku meremas-remas rambutku, juga terasa seperti berusaha mendorong kepalaku agar cepat-cepat sampai ke bawah. Kuciumi dan kujilati perut dan pusar ibu sambil salah satu tanganku kugunakan untuk menurunkan CD-nya. Kemudian dengan cekatan ku lepas CD-nya dan kulemparkan ke atas lantai. Kulihat vagina ibu mertuaku begitu lebat ditumbuhi bulu-bulu yang hitam mengitari liang vaginanya. Mungkin karena terlalu lama aku menjilati perut dan sekitarnya, kembali kurasakan tangan ibu yang ada di kepalaku menekan ke bawah dan kali ini kuikuti dengan menurunkan badanku pelan-pelan ke bawah dan sesampainya di dekat vaginanya, kuciumi daerah di sekitarnya dan apa yang kulakukan ini mungkin menyebabkan ibu tidak sabaran lagi, sehingga kudengar suara ibu mertuaku, "Nak Suur.., toloong.., cepaat.., saa.., yaang.., ayoo.., Suur".

Tanpa kujawab permintaannya, aku mulai melebarkan kakinya dan kuletakkan badanku di antara kedua pahanya, lalu kusibak bulu vaginanya yang lebat itu untuk melihat belahan vagina ibu dan setelah bibir vagina ibu terlihat jelas lalu kubuka bibir kemaluannya dengan kedua jari tanganku, ternyata vagina ibu mertuaku telah basah sekali. Ketika ujung lidahku kujilatkan ke dalam vaginanya, kurasakan tubuh ibu menggelinjang agak keras sambil berkata, "Cepaat.., Suur.., ibu sudah nggak tahaan".

Dengan cepat kumasukkan mulut dan lidahku ke dalam vaginanya sambil kujilati dan kusedot-sedot dan ini menyebabkan ibu mulai menaik-turunkan pantatnya serta bersuara, "sshh.., aahh.., Suur.., teruus.., adduuhh.., enaak.., Suur", Lalu kukecup clitorisnya berulang kali hingga mengeras, hal ini membuat ibu mertuaku menggelinjang hebat, "Aahh.., oohh.., Suur.., betuul.., yang itu.., Suur.., enaak.., aduuh.., Suur.., teruskaan.., aahh", sambil kedua tangannya menjambak rambutku serta menekan kepalaku lebih dalam masuk ke vaginanya. Kecupan demi kecupan di vagina ibu ini kuteruskan sehingga gerakan badan ibu mertuaku semakin menggila dan tiba-tiba kudengar suara ibu setengah mengerang, "aahh.., ooh.., duuh.., Suur.., ibuu.., mau.., mauu.., sampaii.., Naak.., ooh", disertai dengan gerakan pantatnya naik turun secara cepat.

Gerakan badannya terhenti dan yang kudengar adalah nafasnya yang menjadi terengah-engah dengan begitu cepatnya dan tangannyapun sudah tidak meremas-remas rambutku lagi, sementara itu jilatan lidahku di vagina ibu hanya kulakukan sekedarnya di bagian bibirnya saja. Dengan nafasnya yang masih memburu itu, tiba-tiba ibu mertuaku bangun dan duduk serta berusaha menarik kepalaku seraya berkata, "Naak Suur.., ke sinii.., saayaang", dan tanpa menolak kuikuti saja tarikan tangan ibu, ketika kepalaku sudah di dekat kepalanya, ibu mertuaku langsung saja memelukku seraya berkata dengan suara terputus-putus karena nafasnya yang masih memburu, "Suur.., Ibu puas dengan apa yang Nak Suur.., lakukan tadi, terima kasiih.., Naak". Ibu mertuaku bertubi-tubi mencium wajahku dan kubalas juga ciumannya dengan menciumi wajahnya sambil kukatakan untuk menyenangkan hatinya, "Buu.., saya sayang Ibuu.., saya ingin ibu menjadi.., puu..aas".

Setelah nafas ibu sudah kembali normal dan tetap saja masih menciumi seluruh wajahku dan sesekali bibirku, dia berkata, "Naak Suur.., Ibu masih belum puas sekali.., Suur.., toloong puasin ibu sampai benar-benar puaas.., Naak", seraya kurasakan ibu merenggangkan kedua kakinya. Karena aku masih belum memberikan reaksi atas ucapannya itu, karena tiba-tiba aku terpikir akan istriku dan yang kugeluti ini adalah ibu kandungnya, aku menjadi tersadar ketika ibu bersuara kembali, "Sayaang.., ayoo.., toloong Ibu dipuasin lagi Suur, tolong masukkan punyamu yang besar itu ke punya ibu".
"Buu.., seharusnya saya tidak boleh melakukan ini.., apalagi kepada Ibuu", sahutku di dekat telinganya.
"Suur.., nggak apa-apa.., Naak.., Ibu yang kepingin, lakukanlah Naak.., lakukan sampai Ibu benar-benar puas Suur", katanya dengan suara setengah mengiba.

"aahh.., biarlah, kenapa kutolak", pikirku dan tanpa membuang waktu lagi aku lalu mengambil ancang-ancang dan kupegang penisku serta kuusap-usapkan di belahan bibir vagina ibu mertuaku yang sudah sedikit terbuka. Sambil kucium telinga ibu lalu kubisikkan, "Buu.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang, boleh?".
"Suur.., cepat masukkan, Ibu sudah kepingin sekali Naak", sahutnya seperti tidak sabar lagi dan tanpa menunggu ibu menyelesaikan kalimatnya aku tusukkan penisku ke dalam vaginanya, mungkin entah tusukan penisku terlalu cepat atau karena ibu katanya sudah lama tidak pernah digauli oleh suaminya langsung saja beliau berteriak kecil, "Aduuh.., Suur.., pelan-pelan saayaang.., ibu agak sakit niih", katanya dengan wajah yang agak meringis mungkin menahan rasa kesakitan. Kuhentikan tusukan penisku di vaginanya, "Maaf Buu.., saya sudah menyakiti Ibu.., maaf ya Bu". Ibu mertuaku kembali menciumku, "Tidak apa-apa Suur.., Ibu cuma sakit sedikit saja kok, coba lagi Suur..", sambil merangkulkan kedua tangannya di pungungku.

"Buu.., saya mau masukkan lagi yaa dan tolong Ibu bilang yaa.., kalau ibu merasa sakit", sahutku. Tanpa menunggu jawaban ibu segera saja kutusukkan kembali penisku tetapi sekarang kulakukan dengan lebih pelan. Ketika kepala penisku sudah menancap di lubang vaginanya, kulihat ibu sedikit meringis tetapi tidak mengeluarkan keluhan, "Buu.., sakit.., yaa?". Ibu hanya menggelengkan kepalanya serta menjawab, "Suur.., masukkan saja sayaang", sambil kurasakan kedua tangan ibu menekan punggungku. Aku segera kembali menekan penisku di lubang vaginanya dan sedikit terasa kepala penisku sudah bisa membuka lubang vaginanya, tetapi kembali kulihat wajah ibu meringis menahan sakit. Karena ibu tidak mengeluh maka aku teruskan saja tusukan penisku dan, "Bleess", penisku mulai membongkar masuk ke liang vaginanya diikuti dengan teriakan kecil, "Aduuh.., Suur", sambil menengkeramkan kedua tangannya di punggungku dan tentu saja gerakan penisku masuk ke dalam vaginanya segera kutahan agar tidak menambah sakit bagi ibu.
"Buu.., sakit yaa..? maaf ya Buu". Ibu mertuaku hanya menggelengkan kepalanya.
"Enggak kok sayaang.., ibu hanya kaget sedikit saja", lalu mencium wajahku sambil berucap kembali, "Suur.., besar betul punyamu itu".

Pelan-pelan kunaik-turunkan pantatku sehingga penisku yang terjepit di dalam vaginanya keluar masuk dan ibupun mulai menggoyang-goyangkan pantatnya pelan-pelan sambil berdesah, "sshh.., ooh.., aahh.., sayaang.., nikmat.., teruuskan.., Naak", katanya seraya mempercepat goyangan pantatnya. Akupun sudah mulai merasakan enaknya vaginan ibu dan kusahut desahannya, "Buu.., aahh.., punyaa Ibu juga nikmat, buu", sambil kuciumi pipinya.

Makin lama gerakanku dan ibu semakin cepat dan ibupun semakin sering mendesah, "Aah.., Suurr.., ooh.., teruus.., Suur". Ketika sedang nikmat-enaknya menggerakkan penisku keluar masuk vaginanya, ibu menghentikan goyangan pantatnya. Aku tersentak kaget, "Buu.., kenapa? apa ibu capeek?", Ibu hanya menggelengkan kepalanya saja, sambil mencium leherku ibu berucap, "Suur.., coba hentikan gerakanmu itu sebentar".
"Ada apa Buu", sahutku sambil menghentikan goyangan pantatku naik turun.
"Suur.., kamu diam saja dan coba rasakan ini", kata ibu tanpa menjelaskan apa maksudnya dan tidak kuduga tiba-tiba terasa penisku seperti tersedot dan terhisap di dalam vagina ibu mertuaku, sehingga tanpa sadar aku mengatakan, "Buu.., aduuh.., enaak.., Buu.., teruus Bu, ooh.., nikmat Buu", dan tanpa sadar, aku kembali menggerakkan penisku keluar masuk dengan cepat dan ibupun mulai kembali menggoyangkan pantatnya.
"ooh.., aah.., Suur.., enaak Suur", dan nafasnya dan nafaskupun semakin cepat dan tidak terkontrol lagi.

Mengetahui nafas Ibu serta goyangan pantat Ibu sudah tidak terkontrol lagi, aku tidak ingin ibu cepat-cepat mencapai orgasmenya, lalu segera saja kuhentikan gerakan pantatku dan kucabut penisku dari dalam vaginanya yang menyebabkan ibu mertuaku protes, "Kenapa.., Suur.., kok berhenti?", tapi protes ibu tidak kutanggapi dan aku segera melepaskan diri dari pelukannya lalu bangun.

Tanpa bertanya, lalu badan ibu mertuaku kumiringkan ke hadapanku dan kaki kirinya kuangkat serta kuletakkan di pundakku, sedangkan ibu mertuaku hanya mengikuti saja apa yang kulakukan itu. Dengan posisi seperti ini, segera saja kutusukkan kembali penisku masuk ke dalam vagina ibu mertuaku yang sudah sangat basah itu tanpa kesulitan. Ketika seluruh batang penisku sudak masuk semua ke dalam vaginanya, segera saja kutekan badanku kuat-kuat ke badan ibu sehingga ibu mulai berteriak kecil, "Suur.., aduuh.., punyamu masuk dalam sekali.., naak.., aduuh.., teruus sayaang.., aah", dan aku meneruskan gerakan keluar masuk penisku dengan kuat. Setiap kali penisku kutekan dengan kuat ke dalam vagina ibu mertuaku, ibu terus saja berdesah, "Ooohh.., aahh.., Suur.., enaak.., terus, tekan yang kuaat sayaang".

Aku tidak berlama-lama dengan posisi seperti ini. Kembali kehentikan gerakanku dan kucabut penisku dari dalam vaginanya. Kulihat ibu hanya diam saja tanpa protes lagi dan lalu kukatakan pada ibu, "Buu.., coba ibu tengkurap dan nungging", kataku sambil kubantu membalikkan badan dan mengatur kaki ibu sewaktu nungging, "Aduuh.., Suur.., kamu kok macem-macem sih", komentar Ibu mertuaku. Aku tidak menanggapi komentarnya dan tanpa kuberi aba-aba penisku kutusukkan langsung masuk ke dalam vagina ibu serta kutekan kuat-kuat dengan memegang pinggangnya sehingga ibu berteriak, "Aduuh Suur, ooh", dan tanpa kupedulikan teriakan ibu, langsung saja kukocok penisku keluar masuk vaginanya dengan cepat dan kuat hingga membuat badan ibu tergetar ketika sodokanku menyentuh tubuhnya dan setiap kali kudengar ibu berteriak, "ooh.., ooh.., Suur", dan tidak lama kemudian ibu mengeluh lagi, "Suur.., Ibu capek Naak.., sudaah Suur.., Ibuu capeek", dan tanpa kuduga ibu lalu menjatuhkan dirinya tertidur tengkurap dengan nafasnya yang terengah-engah, sehingga mau tak mau penisku jadi keluar dari vaginanya.

Tanpa mempedulikan kata-katanya, segera saja kubalik badan ibu yang jatuh tengkurap. Sekarang sudah tidur telentang lagi, kuangkat kedua kakinya lalu kuletakkan di atas kedua bahuku. Ibu yang kulihat sudah tidak bertenaga itu hanya mengikuti saja apa yang kuperbuat. Segera saja kumasukkan penisku dengan mudah ke dalam vagina ibu mertuaku yang memang sudah semakin basah itu, kutekan dan kutarik kuat sehingga payudaranya yang memang sudah aggak lembek itu terguncang-guncang. Ibu mertuaku nafasnya terdengar sangat cepat, "Suur.., jangaan.., kuat-kuat Naak.., badan ibu sakit semua", sambil memegang kedua tanganku yang kuletakkan di samping badannya untuk menahan badanku.

Mendengar kata-kata ibu mertuaku, aku menjadi tersadar dan teringat kalau yang ada di hadapanku ini adalah ibu mertuaku sendiri dan segera saja kehentikan gerakan penisku keluar masuk vaginanya serta kuturunkan kedua kaki ibu dari bahuku dan langsung saja kupeluk badan ibu serta kuucapkan, "Maaf.., Buu.., kalau saya menyakiti Ibu, saya akan mencoba untuk pelan-pelan", segera saja ibu berucap, "Suur nggak apa-apa Nak, tapi Ibu lebih suka dengan posisi seperti ini saja, ayoo.., Suur mainkan lagi punyamu agar ibu cepat puaas".
"Iyaa.., Buu.., saya akan coba lagi", sahutku sambil kembali kunaik-turunkan pantatku sehingga penisku keluar masuk vagina ibu dan kali ini aku lakukan dengan hati-hati agar tidak menyakiti badan ibu, dan ibu mertuakupun sekarang sudah mulai menggoyangkan pantatnya serta sesekali mempermainkan otot-otot di vaginanya, sehingga kadang-kadang terasa penisku terasa tertahan sewaktu memasuki liang vaginanya.

Ketika salah satu payudara ibu kuhisap-hisap puting susunya yang sudah mengeras itu, ibu mertuaku semakin mempercepat goyangan pinggulnya dan terdengar desahannya yang agak keras diantara nafasnya yang sudah mulai memburu, "oohh.., aahh.., Suur.., teruus.., ooh", seraya meremas-remas rambutku lebih keras. Akupun ikut mempercepat keluar masuknya penisku di dalam vaginanya.

Goyangan pinggul ibu mertuakupun semakin cepat dan sepertinya sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Disertai nafasnya yang semakin terengah-engah dan kedua tangannya dirangkulkan ke punggungku kuat-kuat, ibu mengatakan dengan terbata-bata, "Nak Suur.., aduuh.., Ibuu.., sudaah.., ooh.., mauu kelluaar". Aku sulit bernafas karena punggungku dipeluk dan dicengkeramnya dengan kuat dan kemudian ibu mertuaku menjadi terdiam, hanya nafasnya saja yang kudengar terengah-engah dengan keras dan genjotan penisku keluar masuk vaginanya. Untuk sementara aku hentikan untuk memberikan kesempatan pada ibu menikmati orgasmenya sambil kuciumi wajahnya, "Bagaimana.., Buu?, mudah-mudahan ibu cukup puas.

Ibu mertuaku tetap masih menutup matanya dan tidak segera menjawab pertanyaanku, yang pasti nafas ibu masih memburu tetapi sudah mulai berkurang dibanding sebelumnya. Karena ibu masih diam, aku menjadi sangat kasihan dan kusambung pertanyaanku tadi di dekat telinganya, "Buu.., saya tahu ibu pasti capek sekali, lebih baik ibu istirahat dulu saja.., yaa?", seraya aku mulai mengangkat pantatku agar penisku bisa keluar dari vagina ibu yang sudah sangat basah itu. Tetapi baru saja pantatku ingin kuangkat, ternyata ibu mertuaku cepat-cepat mencengkeram pinggulku dengan kedua tangannya dan sambil membuka matanya, memandang ke wajahku, "Jangaan.., Suur.., jangan dilepas punyamu itu, ibu diam saja karena ingin melepaskan lelah sambil menikmati punyamu yang besar itu mengganjal di tempat ibuu, jangaan dicabut dulu.., yaa.., sayaang", terus kembali menutup matanya.

Mendengar permintaan ibu itu, aku tidak jadi mencabut penisku dari dalam vagina ibu dan kembali kujatuhkan badanku pelan-pelan di atas badan ibu yang nafasnya sekarang sudah kelihatan mulai agak teratur, sambil kukatakan, "Tidaak.., Buu.., saya tidak akan mencabutnya, saya juga masih kepingin terus seperti ini", sambil kurangkul leher ibu dengan tangan kananku. Ibu hanya diam saja dengan pernyataanku itu, tetapi tiba-tiba penisku yang sejak tadi kudiamkan di dalam vaginanya terasa seperti dijepit dan tersedot vagina ibu mertuaku, dan tanpa sadar aku mengaduh, "Aduuh.., ooh.., Buu".
"Kenapa.., sayaang.., enaak yaa?", sahut ibu sambil mencium bibirku dengan lembut dan sambil kucium hidungnya kukatakan, "Buu.., enaak sekalii", dan seperti tadi, sewaktu ibu mertuaku mula-mula menjepit dan menyedot penisku dengan vaginanya, secara tidak sengaja aku mulai menggerakkan lagi penisku keluar masuk vaginanya dan ibu mertuakupun kembali mendesah, "ooh.., aah.., Suur.., teruus.., naak.., aduuh.., enaak sekali".

Semakin lama gerakan pinggul ibu semakin cepat dan kembali kudengar nafasnya semakin lama semakin memburu. Gerakan pinggul ibu kuimbangi dengan mempercepat kocokan penisku keluar masuk vaginanya. Makin lama aku sepertinya sudah tidak kuat untuk menahan agar air maniku tetap tidak keluar, "Buu.., sebentar lagi.., sayaa.., sudaah.., mau keluaar", sambil kupercepat penisku keluar masuk vaginanya dan mungkin karena mendengar aku sudah mendekati klimaks, ibu mertuakupun semakin mempercepat gerakan pinggulnya serta mempererat cengkeraman tangannya di punggungku seraya berkata, "Suur.., teruuss.., Naak.., Ibuu.., jugaa.., sudah dekat, oohh.., ayoo Suur.., semproot Ibuu dengan airmuu.., sekaraang".
"Iyaa.., Buu.., tahaan", sambil kutekan pantatku kuat-kuat dan kami akhiri teriakan itu dengan berpelukan sangat kuat serta tetap kutekan penisku dalam-dalam ke vagina ibu mertuaku. Dalam klimaksnya terasa vagina ibu memijat penisku dengan kuat dan kami terus terdiam dengan nafas terengah-engah.

Setelah nafas kami berdua agak teratur, lalu kucabut penisku dari dalam vagina ibu dan kujatuhkan badanku serta kutarik kepala ibu mertuaku dan kuletakkan di dadaku.Setelah nafasku mulai teratur kembali dan kuperhatikan nafas ibupun begitu, aku jadi ingat akan tugas yang diberikan oleh istriku.
"Buu.., apa ini yang menyebabkan ibu selalu marah-marah pada Bapak..?", tanyaku.
"Mungkin saja Suur.., kenapa Suur?", Sahutnya sambil tersenyum dan mencium pipiku.
"Buu.., kalau benar, tolong ibu kurangi marah-marahnya kepada Bapak, kasihan dia", ibu hanya diam dan seperti berfikir.
Setelah diam sebentar lalu kukatakan, "Buu.., sudah siang lho, seraya kubangunkan tubuh ibu serta kubimbing ke kamar mandi.

Setelah peristiwa ini terjadi, ibu seringkali mengunjungi rumah kami dengan alasan kangen cucu dan anaknya Mur, tetapi kenyataannya ibu mertuaku selalu mengontakku melalui telepon di kantor dan meminta jatahnya di suatu motel, sebelum menuju ke rumahku. Untungnya sampai sekarang Istriku tidak curiga, hanya saja dia merasa aneh, karena setiap bulannya ibunya selalu mengunjung rumah kami.

Bagi pembaca yang ingin memberi komentar, silakan kirim email pada saya.

TAMAT
 

Situs Cerita Seks. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com