Cerita Seks – Bercinta Dengan Gadis Les Private

September 9, 2010 · Posted in Cerita Seks SMA · Comment 

Cerita seks ini terjadi sekitar tahun 2007 yang saat itu aku masih duduk di universitas negeri dikota Bandung, cerita ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sekali buat aku. Pada saat itu juga mencari kerjaan ampingan untuk menambah income aku untuk menambah uang jajan aku, aku sambil bekerja sebagai guru private anak-anak SMA dalampelajaran Fisika maupun pelajaran lainya. Cerita ini merupakan cerita dengan seorang gadis SMA yang masih umur belia sekitar umur 17 tahun yang besekolah disalah satu sekolah yang terkenal dibandung. Cerita seks SMA ini merupakan pengalaman yang tidak pernah bias aku lupakan.

Fanny Damayanti, adalah seorang gadis dengan wajah cantik, alis matanya melengkung, dan mata indah serta jernih, dilindungi oleh bulu mata lentik, hidung mancung serasi melengkapi kecantikannya, ditambah dengan bibir mungil merah alami yang serasi pula dengan wajahnya. Rambutnya yang hitam dan dipotong pendek menjadikannya lebih menarik, kulitnya putih mulus dan terawat, badannya mulai tumbuh begitu indah dan seksi. Dia tumbuh di kalangan keluarga yang cukup berada dan menyayanginya. Usianya baru 17 tahun, kadang sifatnya masih kekanakan. Badannya tidak terlalu tinggi berkisar 160 cm, badannya ideal dengan tinggi badannya, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.
Seminggu yang lalu Fanny mulai rutin mengikuti les privat Fisika di rumahku, Renne Lobo. Aku mempunyai sebuah rumah mungil dengan dua buah kamar, diantaranya ada sebuah kamar mandi yang bersih dan harum. Kamar depan diperuntukkan ruang kerja dan perpustakaan, buku-buku tersusun rapi di dalam rak dengan warna-warna kayu, sama seperti meja kerja yang di atasnya terletak seperangkat komputer. Sebuah lukisan yang indah tergantung di dinding, lukisan itu semakin tampak indah di latar belakangi oleh warna dinding yang serasi. Ruang tidurnya dihiasi ornamen yang serasi pula, dengan tempat tidur besar dan pencahayaan lampu yang membuat suasana semakin romantis. Ruang tamu ditata sangat artistik sehingga terasa nyaman.

Rumahku memang terkesan romantis dengan terdengar pelan alunan lagu-lagu cinta, Fanny sedang mengerjakan tugas yang baru kuperintahkan. Dia terlalu asyik mengerjakan tugas itu, tanpa sengaja penghapusnya jatuh tersenggol. Fanny berusaha menggapai ke bawah bermaksud untuk mengambilnya, tapi ternyata dia memegang tanganku yang telah lebih dulu mengambilnya. Fanny kaget melihat ke arahku yang sedang tersenyum padanya. Fanny berusaha tersenyum, saat tangan kirinya kupegang dan telapak tangannya kubalikkan dengan lembut, kemudian kutaruh penghapus itu ke dalam telapak tangannya.

Aku sebagai orang yang telah cukup berpengalaman dapat merasakan getaran-getaran perasaan yang tersalur melalui jari-jari gadis itu, sambil tersenyum aku berkata, “Fan, kamu tampak lebih cantik kalau tersenyum seperti itu”. Kata-kataku membuat gadis itu merasa tersanjung, dengan tidak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum senang.

“Udah punya pacar Fan?”, godaku sambil menatap Fanny.
“Belum, Kak!”, jawabnya malu-malu, wajahnya yang cantik itu bersemu merah.
“Kenapa, kan temen seusiamu sudah mulai punya pacar”, lanjutku.
“Habis mereka maunya cuma hura-hura kayak anak kecil, caper”, komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya. Read more

Cerita Seks – Rini Teman Kampusku Yang Bergairah

June 25, 2010 · Posted in Cerita Seks ABG · 3 Comments 

rini_cerita seks_seks bugilCerita Seks ini terjadi saat aku masih di salah satu PTN di salah satu kota kecil. Cerita ini merupakan pengalaman aku dengan seorang cewek kampusku yang saat ini semester 4 sama dengan diriku saat ini. Panggil saja Rani, cewek ini merupakan cewek yang paling dikagumi dikampusku karena bodinya aduhai, pinggulnya yang seksi dan payu dara ukuran sekitar 34b lah putih montok. Langsung saja, ceritaku ini aku bagikan ke semua yang suka sama cerita seks lewat seks bugil.

Pada suatu hari aku lsgi ngelembur untuk menyelesaiakan acara dikampusku karena mau ada acara wisuda kakak leteng kampus aku. Karena aku menjabat wakil ketua BEM jadi ya harus ngelembur tiap malam. Pada saat malam selesai semuanya sekitar jam 20:40 WIB jam ditangan aku, lalu aku pulang naik sepeda motor aku. Sesampai di gerbang kampus aku naik sepeda motor aku aku tengok rupanya Rani..!!! aku sapa dengan lembut saja dia…!!!

“Belum pulang, Rin?”
“Belum Den, habis nungguin bis lewat, lama amat.” Jawabnya sambil berkedip-kedip genit.
“Bis lewat ditungguin, gue antar deh?”
“Bener situ mau nganterin?”
“Yah, pokoknya nggak gratis. Situ tau sendiri deh.” Ujarku menggoda.
“Ah, bisa aja.”
Rini mencubit kecil pinggangku lalu segera naik ke boncengan. Tangannya melingkat erat di pinggangku, lalu melajulah motor di ramainya jalanan. Lama-kelamaan si Rini malah menempelkan dadanya di punggungku. Tau nggak, rasanya benar-benar empuk dan hangat. Wuih, terasa bener kalau dia nggak pake beha. Sebagai laki-laki normal, wajar dong kalo batang penisku tiba-tiba menegang.

Read more

  • Archives

  • Categories