Cerita Seks – Bercinta dengan Anak Juraganku

June 28, 2010 · Posted in Cerita Seks Paruh Baya · Comment 

cewek bugilCerita Seks Aku bekerja sebagai sopir dikota MDN pada tahun 2001, aku punya sedikir cerita seks yang aku alami pada saat aku masih bekerja disalah satu perumahan elit. Cerita ini aku alami betul yang sangat tidak kusangka aku bisa sampai punya pengalaman yang begitu fantastis. Kini aku berbagi di Cerita Seks ini, mungkin ini yang bisa aku sampaikan untuk pecinta pembaca Cerita Seks. Oh…ya..!!! panggila saja aku Sony, nama samara di cerita ini. Aku punya juragan yang sangat baik sekali menurut aku, dan dia punya anak namanya Juliet yang masih duduk di salah satu sekolah SMA di kota ini. Perwatakan gadis ini cantik, putih seperti aura kasih model anaknya. Mempunyai ukuran BH sekitar 34B dan model susunya montok banget yang setiap melihat dia pengennya mencicipinya lah pokoknya, tinggi anak juraganku sekitar 167 rambut panjang. Ditambah dengan penampilannya dengan rok mini dan baju seragamnya yang tipis, membuatku ingin sekali menyetubuhinya.
Setiap kali mengantarnya ke sekolah, ia duduk di bangku depan di sampingku, dan kadang-kadang aku melirik melihat pahanya yang putih mulus dengan bulu-bulu halus atau pada belahan payudaranya yang terlihat dari balik seragam tipisnya itu. Tapi aku selalu ingat, bahwa dia adalah anak juraganku. Bila aku macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-anganku untuk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Siang itu seperti biasa aku jemput dia di sekolahnya. Mobil BMW biru metalik aku parkir di dekat kantin, dan seperti biasa aku menunggu Non-ku di gerbang sekolahnya.
Tak lama dia muncul bersama teman-temannya.
“Siang, Non.., mari saya bawakan tasnya”.
“Eh.., Mas, udah lama nunggu?”, katanya sambil mengulurkan tasnya padaku.
“Barusan kok Non..”, jawabku.
“Jul.., ini toh supirmu yang kamu bicarain itu. Lumayan ganteng juga sih.., ha.., ha..”, salah satu temannya berkomentar. Aku jadi rikuh dibuatnya.
“Hus..”, sahut Non-ku sambil tersenyum. “Jadi malu dia nanti..”.
Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non-ku, dan temannya ternyata juga ikut dan duduk di kursi belakang.
“Kenalin nih mas, temanku”, Non-ku berkata sambil tersenyum. Aku segera mengulurkan tangan dan berkenalan.
“Sony”, kataku sambil merasakan tangan temannya yang lembut. Read more

  • Archives

  • Categories